Jakarta, Harian Umum-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Perhubungan meresmikan empat stasiun terintegrasi. Adapun empat stasiun yang diresmikan itu adalah Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, peresmian empat stasiun ini bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang ke-12 tahun. Kata dia, peresmian penataan empat stasiun in merupakan sebuah kado yang diterima PT MRT Jakarta melalui perusahaan patungan dengan Kementerian BUMN melalui, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).
“PT MRT Jakarta persis hari ini. Selamat kepada seluruh jajaran pak Dirut MRT Jakarta (William Sabandar), persis pak ini seperti kado ulang tahun,” kata Anies dalam di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).
Anies mengatakan, penataan stasiun ini membuat suasana menjadi lebih baik. Pada empat bulan yang lalu, kata dia, wilayah setempat cukup kumuh sehingga nilai estetikanya kurang.
“Dulu di sini kawasan kumuh, jauh dari aman, tidak sehat dan kurang sedap dipandang, apalagi jadi gambar selfie. Alhamdulillah sekarang berubah menjadi fasilitas publik yang nyaman,” ujar Anies.
Menurutnya, penataan stasiun ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah peduli terhadap warganya, terutama yang biasa naik angkutan umum. Di tengah warga Jakarta berdiam di rumah selama pandemi Covid-19, pemerintah justru melakukan pembangunan konstruksi untuk warganya.
“Selama satu bulan ini sejak pertengahan Mei sampai sekarang, kami semua melihat banyak sekali postingan dan cerita yang menyampaikan apresiasi karena terjadi perubahan (penataan stasiun),” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu hadir Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Penataan stasiun ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian BUMN pada 10 Januari 2020 lalu. Saat itu, mereka sepakat membangun perusahaan patungan dalam upaya mengintegrasi angkutan darat dengan berbasis rel di wilayah Jabodetabek.
Komposisi kepemilikan sahamnya, 51 persen dikuasai Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan 49 persen dikuasai Kementerian BUMN melalui PT Kereta Api Indonesia. (hnk)







