Jakarta, Harian Umum - Cawagub (Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta) Sandiaga Uno mengatakan, untuk menangkal berita hoax di media sosial (medsos) semestinya harus mengecek sumber dan kebenaran serta mendalami manfaat berita tersebut bagi diri sendiri dan orang lain sebelum menyebarkan berita tersebut
"Harus tahu dulu sumbernya dari mana, kalau sumbernya dari yang nggak jelas, maka gugur langsung. Jadi kita tahu ada media-media yang mainstream, media-media sosial media yang sudah terpercaya," kata Sandiaga.
Sandi melanjutkan seseorang yang menyebarkan berita atau informasi akan mendapatkan nilai tambah atau tidak.
"Kita akan menambah nilai, good value atau tidak, menambah positif yang ada di masyarakat atau nggak. Menambah optimisme atau nggak. Nah, kalau nggak buat apa kita share. Sharing yang membawa positif," tegas Sandiaga.
"Saya bilang bad news is bad, tapi kalau good news. Kalau bad buat apa di share, tapi kalau good news yang buat menginspirasi orang lain, kita share," sambungnya.
Sandiaga, menambahkan perlu diketahui juga apakah informasi yang akan dibagikan bakal menyinggung pihak lain atau tidak.
"Apakah kita menjelek-jelekkan orang lain, atau kita mendowngreat orang. Ataukah mencederai orang lain kalau kita mempost, atau apakah ada yang tersinggung kalau kita mempost ini," ungkapnya.
Dengan begitu, Sandi berharap berita-berita yang beredar di media sosial adalah berita yang bisa mencerahkan masa depan agar lebih baik.
"Medsos sebelumnya sangat membawa manfaat. Tapi ternyata bisa juga dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan pihak lain. Namun kita tetap komit untuk menjaga komitmen politik kita yaitu yang membawa kesejukan bukan memecah belah melainkan mempersatukan," urai Sandi.







