Jakarta, Harian Umum - Ketua Cabang olahraga (Cabor) Bola Tangan DKI Jakarta, Nur Ali, mengatakan, pihaknya belum dapat menentukan sikap terkait pemilihan ketua umum KONI DKI Jakarta periode 2021-2025.
Pasalnya, nama-nama yang telah muncul saat ini menurutnya memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dirinya lebih memilih wait and see terlebih dahulu sebelum memutuskan. "Saya belum bisa menentukan sikap, karena nama-nama yang sudah muncul itu, seperti Pak Gde, Pak Maman maupun Pak Ratiyono, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu saya wait and see dulu sampai waktunya pemilihan," kata Nur Ali melalui telepon, Rabu (10/11/2021).
Ia menyebut, Waketum I KONI DKI Jakarta Gde Sardjana merupakan bagian dari pengurus KONI DKI periode 2017-2021 yang berambisi untuk merebut kembali juara umum PON yang jatuh ke Jawa Barat pada PON XIX di Bandung, namun gagal karena di PON XX hanya menjadi runner up. Meski hasil ini lebih baik dari PON XIX, karena kala itu DKI juara ketiga. Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) DKI Jakarta, Maman Wirjawan, lanjut dia, pada PON XX lalu tidak mencapai target karena hanya meraih dua dari 22 emas yang diperebutkan dari cabang dayung. Sementara Ratiyono, jelas Nur Ali, meski merupakan mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI, namun prestasinya di bidang olahraga belum nampak.
"Jadi, karena nama-nama yang sudah muncul itu sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, saya akan menunggu perkembangan selanjutnya," kata dia. Meski demikian Nur Ali mengakui kalau saat pemilihan nanti, demi kemajuan KONI DKI ke depan, ia dan beberapa pengurus Cabor lain telah sepakat untuk menyusun program-program dan disodorkan kepada para kandidat untuk mengetahui apakah para kandidat itu sanggup melaksanakannya atau tidak. Program-program itu, katanya antara lain disusun berdasarkan hasil studi banding ke berbagai daerah di sekitar Jakarta, dan mendapatkan fakta bahwa pembinaan olahraga di Kota Depok, Jawa Barat, perlu dijadikan contoh atau rujukan.
Sebab, dengan anggaran Rp9 miliar per tahun, Kota Depok dapat menghasilkan 17 atlet nasional dan dua atlet Internasional. "Dari situ kita tahu kalau di Jawa Barat, setiap wilayahnya melakukan pembinaan dari lapisan paling bawah dan sejak jauh-jauh hari sebelum PON diselenggarakan. Depok saat ini bahkan sudah mulai Praporda. Karena itu saya tidak heran kalau Jabar bisa kembali jadi juara PON tahun ini," katanya.
Ketika ditanya apakah dirinya tidak berniat untuk ikut mencalonkan diri? Nur Ali mengatakan bahwa ada beberapa pengurus dari Cabor lain yang mendorongnya untuk itu, namun belum ia pertimbangkan, karena khawatir setelah ia mendaftarkan diri, orang-orang yang mendorongnya justru malah meninggalkannya dan memilih kandidat lain.
"Kalau hal seperti itu terjadi, sama saja dengan menjerumuskan saya," katanya. Nur Ali berharap pada pemilihan Ketum KONI kali ini tidak ada pembatasan peserta agar iklim demokrasi di KONI dapat tumbuh dengan baik, karena menurutnya, siapapun yang merasa sanggup dan mampu untuk menjadi pemimpin KONI, berhak untuk mencalonkan diri.
Ia bahkan mengatakan, apakah yang terpilih merupakan kandidat dari internal KONI atau dari luar KONI, tidak masalah. "Yang penting bisa melakukan pembinaan olahraga di DKI dengan baik, dan atlet-atlet DKI bisa berprestasi tak hanya dalam skala lokal, tapi juga nasional, dan internasional," tutupnya.
Seperti diketahui, masa jabatan pengurus KONI DKI periode 2017-2022 akan selesai akhir Desember 2021. Untuk itu, pengurus akan menyelenggarakan rapat kerja untuk menentukan waktu penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) dan membentuk Tim Penjaringan Calon Ketua Umum KONI DKI periode 2021-2025 berikut persyaratannya.
Meski waktu penyelenggaraan Musorprov masih lama, Maman Wirjawan telah menyatakan akan maju sebagai kandidat. Selain itu, sejumlah nama disebut-sebut bakal ikut mencalonkan diri, meski belum memberikan pernyataan secara resmi. Gde dan Ratiyono di antaranya. Nama lain yang muncul adalah Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Ali Mochtar Ngabalin, dan mantan Sekda DKI Jakarta Fadjar Panjaitan.
Ketua umum KONI yang saat ini menjabat (periode 2017-2021) Djamhuron P Wibowo juga dikabarkan akan kembali mencalonkan diri. Pada gelaran PON XX yang diselenggarakan pada 2-15 Oktober 2021, bola tangan termasuk Cabor yang berhasil mencapai target, bahkan melampauinya, karena meraih satu medali emas dan satu perunggu.






