Jakarta, Harian Umum - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan banyaknya korban tewas pada usia anak pada peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta. Komisioner KPAI Jasra Putra menyebutkan data awal jumlah anak yang meninggal sebanyak tiga orang. Selain itu, yang masih dirawat di Rumah Sakit Tarakan berjumlah 2 orang. Sebelumnya 10 orang dirawat.
"KPAI terus melakukan pemantauan di rumah sakit lain yang sedang merawat anak korban kerusuhan tersebut, juga masukan dari laporan masyarakat.," kata Jasra, Sabtu, 25 Mei 2019.
KPAI mendesak Polri untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap tiga anak yang meninggal, termasuk korban luka yang masih dirawat.
"KPAI membuka posko pengaduan kerusuhan 21-22 Mei, terutama karena masih ada dugaan anak-anak yang hilang.," kata Jasra.
Jasra menyebutkan lembaganya terus melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui penyebab tindakan kekerasan terhadap anak sehingga terjadi kematian pada anak-anak.
Menurut Jasra, lokasi kerusuhan 22 Mei sebagian berada di sekitar pemukiman penduduk dimana banyak anak-anak yang menyaksikan dan merasakan situasi yang mencekam pada hari tersebut.
Karena itu, KPAI meminta Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama pemerintah DKI Jakarta melakukan pendampingan psikologis terhadap trauma yang dialami anak-anak.(tqn)







