Jakarta, Harian Umum - Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) meninggal dunia setelah memadamkan api di kantor YLBHI-LBH Jakarta di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (7/4/2024) malam.
Kabar tersebut disampaikan akun instagram Pemadam Jakarta @humasjakfire.
"Segenap keluarga besar Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta mengucapkan turut berbelasungkawa atas wafatnya Samsul Triatmoko selaku Satgas Gulkarmat Kelurahan Johar Baru, Suku Dinas Gulkarmat Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Senin, 8 April 2024. Beliau gugur setelah menyelesaikan operasi pemadaman di Jalan Diponegoro, Kel. Pegangsaan, Kec. Menteng, Jakarta Pusat pada malam lalu (7/4). Semoga amal dan ibadah beliau diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggal dapat diberikan ketabahan," kata humasjakfire.
Menurut Perwira Piket Damkar Jakarta Pusat (Jakpus) Aminudin, Syamsul adalah bintara 1 yang bertugas sebagai penyerang dan membantu proses pemadaman di lokasi.
"Tugas beliau mobile menyisir apabila masih ada kemungkinan masih ada titik-titik api," kata Aminudin kepada CNN Indonesia.
Setelah api berhasil dipadamkan, Syamsul turun ke lobi, dan sempat istirahat di sofa bersama tim lainnya.
"(Tapi) tiba-tiba almarhum mengalami tidak sadarkan diri (pingsan) lalu saya perintahkan tim yang ada agar menghubungi anggota AGD ambulans yang berada di TKP," ujarnya.
Aminudin mengatakan tak lama setelah itu petugas ambulans gawat darurat (AGD) tiba di YLBHI-LBH Jakarta. Petugas AGD langsung memberikan tindakan medis kepada Syamsul, tetapi Syamsul masih tak sadarkan diri, sehingga dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Dilakukan tindakan di RSCM.. Sambil menunggu hasil tindakan dari RSCM. Ternyata Tuhan berkehendak," imbuh Aminudin.
Dia belum mengetahui apa yang menjadi penyebab Syamsul meninggal. Menurutnya, saat bertugas di lokasi, Syamsul mengenakan alat pernapasan breathing apparatus.
"Riwayat penyakit sepertinya tidak ada. Yang jelas Tuhan mempunyai kehendak," katanya.
Belum diketahui apa penyebab kebakaran di kantor YLBHI-LBH, tetapi diduga akibat korsleting listrik.
Pemilik warung klontong di dekat kantor YLBHI-LBH mengatakan, terdengar suara ledakan di lantai 2 Gedung LBH yang disebabkan outdoor AC. Lantas api menjalar cepat ke lantai 3 dan 4.
Setelah api berhasil dijinakkan pemedam kebakaran, lantai satu hingga empat gedung YLBHI hancur pada bagian tengah. Kaca-kaca tampak hilang dari bingkainya.
Lapisan dinding gedung yang berwarna alumunium pun tampak mengelupas, sebagian besar terbakar. Tembok yang tadinya berwarna putih berubah menjadi gosong. (rhm)


