Jakarta, Harian Umum - Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Santoso meminta sembilan belas BUMD dan perusahaan patungan Pemprov DKI Jakarta dengan swasta untuk berinovasi. Hal itu perlu dilakukan untuk mendongkrak deviden.
"Secara realisasi memang semuanya memenuhi target, namun secara besaran nilai deviden saya melihatnya masih kecil," kata Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Santoso, Rabu (3/7/2019).
Politisi Demokrat tersebut menyoroti kinerja Badan Pengawas (BP) BUMD yang selama ini masih kurang maksimal. Karena itu Santoso berharap kedepan, BP BUMD mampu menggenjot BUMD dan perusahaan patungan itu agar dapat menyetorkan deviden lebih besar kepad Pemprov DKI. "Harapan saya ada daya juang dari BUMD-BUMD dan perusahaan patungan itu agar bisa memdapatkan laba yang maksimal," ujar Santoso.
Santoso melanjutkan dengan berinovasi, BUMD juga tidak bergantung lagi kepada PMD (penyertaan modal daerah). "Kalau BUMD tidak bisa mendapatkan dana dari bank, sehingga hanya mengharapkan PMD, berarti kan nggak bankable. PMD tak perlu dikembalikan, sedang pinjaman bank perlu dikembalikan. Berarti ada survive daya juang direksi-direksi BUMD untuk inovasi," kata Santoso.
Ke depan, Santoso berharap PMD hanya dikucurkan kepada BUMD yang berorientasi pada fungsi sosial, seperti PD PAM Jaya, PT Food Station Cipinang dan PD Dharma Jaya.
Disisi lain, dari 19 BUMD dan perusahaan patungan, terungkap bahea ada dua BUMD yang belum dapat menyetorkan deviden, yakni PT MRT dan Jakarta Tourisindo. Sementara BUMD lain umumnya mengalami peningkatan deviden.
PD Pasar Jaya pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp37 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp38 miliar; PT Pembangunan Jaya Ancol pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp36 miliar dan pada 2018 sebesar Rp60 miliar.
PD Dharma Jaya pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp4,2 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp5,8 miliar; PT Bank DKI pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp213,6 miliar dan pada 2018 sebesar Rp240 miliar.
PT Penjamin Kredit Daerah pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp1,62 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp3,3 miliar; PT JIP pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp12,8 miliar dan pada 2018 sebesar Rp17,4 miliar.
PT Food Station Cipinang pada 2017 menyetor deviden sebesar Rp6 miliar, dan pada 2018 sebesar Rp7,1 miliar. (Zat)







