Jakarta, Harian Umum - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terjun bebas pada perdagangan Selasa (18/3/2025) dan ditutup terkoreksi hingga 6,12% pada perdagangan sesi pertama.
Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung memberlakukan trading halt atau pembekuan perdagangan sementara ketika IHSG turun lebih dari 5 persen.
Data yang dihimpun menyebutkan, pada penutupan sesi pertama, IHSG melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke level 6.076,08.
Indeks LQ45 juga terkoreksi 38,27 poin atau 5,25 persen ke posisi 691,08.
Sebelum ditutup melemah 6,12%, pada pukul 11.19 WIB IHSG ambrol 325 poin atau -5,02% ke level 6.146,91. Di level itu, IHSG sudah anjlok lebih dari 13% dari level penutupan pada akhir 2024 di posisi 7.079,9.
Anjloknya IHSG ditekan oleh koreksi saham Bank BCA (BBCA) -3,2%, Bank Mandiri (BMRI) -5,98%, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -4,44%, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) -19,41%, TPIA -19,93%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) -15,46%, Bank BNI (BBNI) -5,08%, dan PT Telkom (TLKM) -2,48%.
Seperti dilansir Bisnis, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Trading halt itu dipicu penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai 5%.
Langkah BEI untuk melakukan trading halt sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
"Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," tulisnya dalam keterangan resmi.
Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyampaikan IHSG dibayangi sikap wait and see jelang FOMC the Fed pada 18-19 Maret 2025.
Hasil jajak pendapat dari CME FedWatch Tools yang mencatat probabilitas 98% bagi The Fed untuk menahan suku bunga acuan di 4,25%-4,5% pada FOMC 18-19 Maret 2025. (man)


