Jakarta, Harian Umum- Presiden Jokowi menganggap pernyataan Rocky Gerung yang menyebut dirinya "Bajingan Tolol" merupakan hal kecil.
Ia bahkan enggan mengomentari tindakan beberapa kelompok relawannya yang melaporkan pengamat politik itu ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.
"Itu hal-hal kecillah. Saya kerja saja," kata Jokowi di Senayan Park, Jakarta, Rabu (2/8/2023), seperti dilansir CNN Indonesia.
Jokowi tidak merespon pertanyaan-pertanyaan yang diajukan awak media terkait hal tersebut, dan melangkah untuk kembali ke Istana Kepresidena, Jakarta..
Sebelumnya, saat menyampaikan pidato politik di acara buruh, Sabtu (29/7/2023), Rocky mengeritik Jokowi dengan keras karena kebijakan-kebijakannya yang dinilai tak masuk akal.
Dalam pidato itu, Rocky mengatakan bahwa buruh harus mengulang kembali penulisan sejarah bangsa kita, sehingga dengan demikian, nasib buruh akan ditentukan sendiri olehnya, bukan oleh kaum pemilik modal.
Rocky bahkan mengingatkan agar buruh jangan berharap pada Jokowi, karena Jokowi hanya mengurus legacy untuk menyelamatkan dirinya sendiri, bukan negara dan bangsa. Jokowi “jualan” IKN ke China dan mutar-mutar mengunjungi Parpol-Parpol hanya untuk memastikan keselamatan dirinya paska berkuasa.
“Karakter seperti ini adalah karakter “Bajingan Tolol” atau “Bajingan Pengecut”. Jika dia tidak tolol, tentu dia akan berunding dengan kekuatan riil rakyat,” katanya.
Frasa “Bajingan Tolol’ inil membuat relawan Jokowi tersinggung dan melaporkan Rocky karena dianggap menghina Jokowi. Namun, laporan ke Bareskrim Polri pada Senin (31/7/2023), ditolak polisi, dan Rocky kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya. (man)





