Jakarta, Harian Umum- Pengacara Habib Rizieq Shihab, Muhammad Kapitra Ampera, mengatakan, ia akan menerima kebijakan DPP PDIP yang menjadikan dirinya sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) partai itu, asalkan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut mengabulkan tiga syarat yang dia ajukan.
Ketiga syarat dimaksud adalah:
1. Umat Islam merupakan penduduk mayoritas di Indonesia, dan PDIP harus mendengar aspirasinya
2. Dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang berada di dalam maupun di luar PDIP, khususnya umat Islam.
3. Aspirasi umat Islam harus ditindaklanjuti.
"Kalau ketiga syarat itu bersedia dipenuhi, maka saya ikut (bersedia diadikan Caleg)," katanya kepada pers di Masjid Raya Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018).
Kapitra sekali lagi mengatakan kalau ia tidak pernah bertemu dan bicara dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (pihak yang melansir informasi bahwa dia di-Caleg-kan oleh PDIP), dan juga tidak pernah memberikan dokumen atau menandatangani apa pun untuk disahkan menjadi Celeg PDIP, namun mengakui kalau ia pernah direkomendasikan oleh saudara, sahabat-sahabat dan abang-abang yang dia cintai agar masuk ke PDIP, sehingga dapat mewarnai partai itu, sekaligus menjadi jembatan bagi masyarakat yang berada di luar dan di dalam partai itu.
"Rekomendasi itu saya pertimbangkan, tapi saya tidak berpikir soal kekuasaan, melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara, karena saat ini umat Islam sedang sangat cinta kepada agamanya, sense of belongingnya sangat tinggi, sementara penguasa saat ini tidak pro masyarakat (umat Islam, red). Kalau saya tidak bisa berbuat apa-apa di dalam (PDIP), tidak bisa membela Islam yang juga merupakan agama saya, untuk apa?" katanya.
Ketika ditanya siapa saudara, sahabat-sahabat dan abang-abang yang merekomendasikannya agar masuk PDIP itu, Kapitra tak mau menjelaskan dengan alasan tidak etis, namun ia mengaku telah memberitahu Habib Rizieq soal ini, dan tengah menunggu jawabannya.
Ketika ditanya mengapa ia tidak bergabung ke partai lain seperti Gerindra, PKS dan PAN yang notabene tidak dianggap sebagai partai pendukung penista agama, tidak seperti PDIP, Kapitra dengan tegas mengatakan bahwa partai-partai itu tidak menawarinya.
"Masak saya yang harus datang kepada partai-partai itu sambil membawa-bawa berkas agar dijadikan Caleg?" katanya.
Ia bahkan menyesalkan kalau jangankan mencalonkan dirinya, mencalonkan Habib Rizieq sebagai Capres saja tidak.
"Padahal Habib Rizieq lebih pantas dijadikan Capres," katanya.
Kapitra menegaskan bahwa ia sedang berusaha berkomunikasi dengan DPP PDIP, terutama dengan Hasto, untuk menyelesaikan masalah ini.
Ketika ditanya apakah ia tidak merasa bahwa PDIP telah mencatut namanya, karena dijadikan Caleg tanpa diberitahu dan dikomunikasikan dahulu? Kapitra mengatakan tidak, karena sebelumnya ia memang telah direkomendasikan.
Ketika dikejar apakah yang merekomendasikannya itu termasuk politisi PDIP? Dia tetap menolak menjawab. (rhm)





