Teheran, Harian Umum - Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas, meski AS melalui Pakistan mengatakan ingin kembali berunding setelah perundingan yang gagal pada 11 April silam.
Meningkatnya intensitas ketegangan kedua negara itu dipicu serangan AS terhadap kapal TOUSKA, kapal kargo Iran di Teluk Oman, Minggu (19/4/2026).
Terkait serangan itu, Markas Besar Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Khatam al-Anbia, menuduh AS melanggar perjanjian gencatan senjata dan melakukan pembajakan terhadap kapalnya.
"Dalam sebuah pernyataan, markas besar tersebut mengatakan pasukan AS melepaskan tembakan ke kapal Iran saat berlayar di perairan internasional, meningkatkan ketegangan maritim di tengah volatilitas regional yang sudah tinggi," kata Al Mayadeen dikutip Senin (20/4/2026).
Komando militer Iran lebih lanjut menyatakan bahwa pasukan AS menonaktifkan sistem navigasi kapal sebelum melakukan operasi penggeledahan di dek kapal dagangnya.
"Mereka mengecam insiden tersebut sebagai eskalasi yang disengaja dan pelanggaran norma maritim, memperingatkan bahwa tindakan tersebut mengancam jalur pelayaran regional dan keamanan internasional. Angkatan Bersenjata Iran juga mengatakan bahwa pihaknya akan merespon pembajakan tersebut," imbuh Al Mayadeen.
Seperti diketahui, sejak perundingan yang gagal di Islamabad, AS memblokade perairan Iran, termasuk Selat Hormuz, sehingga ketika kapal dagang Iran keluar dari sana, kapal itu dikejar pasukan AS dan diserang.
Presiden AS Donald Trump membenarkan adanya serangan itu. ia mengatakan, Angkatan Laut AS "melepaskan tembakan ke kapal kargo yang mengibarkan bendera Iran dan menyitanya" setelah kapal tersebut mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, yang menurutnya merupakan pelanggaran perjanjian gencatan senjata.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan; “Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, yang panjangnya hampir 900 kaki dan beratnya hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kita, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka".
Ia menambahkan bahwa kapal perusak AS USS SPRUANCE mencegat TOUSKA di Teluk Oman, dan memberi mereka peringatan untuk berhenti.
"Awak kapal Iran menolak, sehingga kapal Angkatan Laut kita menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin. Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut," kata Trump (man)


