Jakarta, Harian Umum - Direktur Gerakan Perubahan yang juga koordinator Indonesia Bersatu, Muslim Arbi, meyakini kalau Republik Rakyat China (RRC) mengintervensi Pilpres 2024 di Indonesia.
Kecurigaan itu didasari sejumlah alasan.
"Saya memastikan China mengintervensi Pilpres Indonesia 2024," kata Muslim melalui siaran tertulis, Senin (29/4/2024).
Berikut alasan-alasan yang dipertimbangkan Muslim atas kecurigaannya itu.
"Pertama, Presiden Joko Widodo adalah Proxy China-Xi Jinping. Joko Widodo lebih berkiblat ke RRC dibandingkan ke AS dan UE, juga Jepang. Sebagai negara berdaulat, itu menyalahi konsitusi dan politik luar negeri. Indonesia adalah pendiri dan negara Non Blok," jelas Muslim.
2. Dalam proyek OBOR (One Belt One Road), Indonesia dipandang strategis, sehingga Indonesia akan dipertahankan dalam cengkraman dan genggam China. Dan intervensi terhadap Pilpres tak terelakkan.
3. China berusaha untuk mengurangi pengaruh AS dan Jepang dalam investasi maupun perdagangan, dan ketergantungan Indonesia terhadap Jepang, AS dan sekutunya selama ini.
4. Sejak awal Pemerintahan Joko Widodo berkiblat ke China. Itu sudah terbangun dengan jelas dan semakin jelas di akhir pemerintahannya.
5. Pertemuan Joko Widodo dengan Xi Jinping di Changdu, China, menjelang masa pemerintahannya berakhir pada Oktober 2024, menghasilkan pinjaman Rp175 triliun dan sebelumnya banyak investasi serta proyek-proyek infrastruktur China Indonesia. Sesuatu yang tidak logis mengingat Joko Widodo akan habis masa jabatannya. Dan itu artinya: China mau mempertahankan Indonesia sebagai proxy-nya, tak mungkin dilepas.
6. Pada Pilpres 2024, KPU mengikat kerjasama dengan Alibaba.com milik Jack Ma, untuk server Sirekap, dan perusahaan raksasa IT itu telah diambil China karena Jack Ma bermasalah dengan Rezim PKC Xi Jinping.
7. Belum resmi hasil Pilpres 2024 diumumkan, Pemerintah Xi Jinping sudah mengundang Prabowo dan adakan pembicaraan bilateral dengan Prabowo. Sesuatu yang melanggar prinsip-prinsip diplomatik dan jubungan negara sahabat.
8. Kunjungan Menlu China sebelum putusan sengketa hasil Pilpres 2024 oleh MK, diduga kuat membawa misi Xi Jinping untuk memastikan kemenangan Proxy Baru China atas Indonesia.
9. Jika membaca berita bahwa Presiden AS Joe Biden me-warning China untuk tidak intervensi Pilpres AS pada November 2024 dan AS menganggap China juga intervensi Pilpres di Kanada, maka ini menjadi satu bukti kuat China intervensi Pilpres di Indonesia. Sebab, AS dan Kanada saja di lintervensi China, apalagi Indonesia yang sudah jadi proxy selama Pemerintahan Joko Widodo.
"Rakyat Indonesia harus marah kepada China dan Rezim Joko Widodo, karena mengapa China mengintervensi Pilpres Indonesia? Padahal, rakyat Indonesia tidak mengganggu urusan dalam negeri negeri itu. Kami Rakyat Indonesia marah atas intervensi ini," kata Muslim.
Ia meminta agar hasil Pilpres 2024 dibatalkan, dan gelar Pemilu ulang.
"(DPR) segera gunakan Hak Angket!" tegasnya. (rhm)







