Jakarta, Harian Umum - Komponis yang juga pianis Ananda Sukarlan dinilai intoleran dan miskin akhlak karena walk out saat Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberikan sambutan di acara Ulang Tahun ke-90 Kolese Kanisius di Jakarta, Sabtu (11/11/2017).
"Aksi Walkout yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan dan beberapa orang lainnya menggambarkan sikap intoleran dan miskin akhlak sebagai tuan rumah dalam menerima tamu, dimana kehadiran Anies Baswedan sebagai tamu adalah atas permintaan resmi dari tuan rumah itu sendiri," ujar Syahrul Hasan, ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta, melalui siaran tertulisnya, Selasa (14/11/2017).
Ia juga menilai, aksi walkout itu yang didasari tuduhan bahwa Anies meraih kursi gubernur melalui Pilkada DKI 2017, dilakukan dengan cara-vara yang tidak sesuai nilai-nilai Kanisius, adalah jauh panggang dari api.
Ia menegaskan, Anies Baswedan merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kultural, dan saat ini dia menjabat sebagai pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Jakarta Selatan, dimana Din Syamsudin menduduki jabatan ketua ranting tersebut.
"Saat Pak Din menjabat sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005 - 2010 dan 2010 - 2015, PP Muhammadiyah yang berkantor di Jalan Menteng Raya 62, bersebelahan dengan gedung Kolese Kanisius, Muhammadiyah selalu menyediakan lahan parkir gedung dakwah muhammadiyah untuk kegiatan - kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius sebagai wujud nyata dan otentiknya toleransi Keluarga Besar Muhammadiyah," katanya.
Anies, lanjut Syahrul, sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah tentu punya sikap yang sama dalam menjaga toleransi dan persatuan antar umat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik, karena beliau juga adalah cucu dari pendiri Republik Indonesia ini.
"Kami berharap, semoga kerukunan dan persatuan antar umat beragama yang selama ini terjalin dengan baik, dapat terus terjaga demi tegaknya NKRI," pungkasnya.
Untuk diketahui, pada Sabtu lalu Anies diundang Kolese Kanisius karena sekolah khusus untuk laki-laki itu merayakan ulang tahunnya yang ke-90.
Ananda hadir di acara ini karena untuk kali pertama dalam perayaan Ultah-nya, Kanisius memberikan penghargaan kepada lima alumnusnya yang dinilai berprestasi, dan Ananda salah satunya.
Alumni lain yang mendapat penghargaan adalah Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).
Saat Anies memberikan sambutan, mendadak saja Ananda berdiri dari kursi VIP-nya dan meninggalkan ruangan. Perbuatannya itu ditiru ratusan orang yang hadir dalam acara itu.
Setelah Anies selesai memberikan sambutan, orang-orang yang tersisa di ruangan menyambutnya dengan dingin. Anies lalu meninggalkan Kanisius, dan Ananda beserta hadirin yang walkout, kembali memasuki ruangan.
Tanda-tanda kalau Ananda bersikap intoleran sebenarnya sudah terlihat dari saat ia berpidato setelah menerima penghargaan. Inilah isi pidatonya:
“Anda (panitia) telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun Anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan.”
Atas pidatonya itu, begitu dia turun panggung, Ananda disalami dan mendapat pujian dari para nominator penerima penghargaan dalam acara tersebut, di antaranya mantan menteri Sarwono Kusumaatmaja dan Kepala SMA Kanisius Pater E Baskoro Poedjinoegroho.
Dari informasi yang dihimpun diketahui kalau sikap Ananda itu dilatari fakta bahwa dia adalah fans berat Ahok dan Menko Maritim Luhut B Panjaitan. Ini diketahui dari cuitan dia di akun Twitternya, @anandasukarlan.
“Pak @LuhutPandjaitan , ketemu dan denger pidato anda tadi di pembukaan Jalur Rempah, dgn ini saya resmi ngefans berat. Sekian,” kicaunya pada 3 November 2017.
Pada 4 November dia berkicau lagi; "Fix deh kangen koh @basuki_btp . You represent those persons that we love but we can't have. https://www.instagram.com/p/BbB6DTAD1Ud/ ". (rhm)







