Jakarta, Harian Umum - Suasana di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017), semarak oleh gelaran "Kirab Kebangsaan" yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta.
Kirab ini digelar untuk merayakan Hari Pahlawan 10 November.
Dari pantauan terlihat, acara yang dihadiri Gubernur Anies Baswedan, Wagub Sandiaga Uno, para pejabat di lingkungan Pemprov DKI, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, dan para tokoh masyarakat serta tokoh keagamaan ini sangat meriah karena melibatkan ribuan penari dan atraksi kesenian dari berbagai daerah.
Atraksi yang tampil di antaranya ondel-ondel, barongsai dan Reog Ponorogo.
Hadir juga komunitas-komunitas tertentu di Jakarta, seperti komunitas sepeda ontel, silat Betawi, dan marching band.
Mereka semua berparade sesuai jalur yang telah ditentukan, dan disaksikan ribuan penduduk Jakarta dan sekitarnya yang khusus datang ke Ibukota untuk menyaksikan kirab ini.
Data yang diperoleh dari Diskominfo DKI diketahui, jumlah penari yang diterjunkan mencapai 8.000 orang, mereka menarikan tarian-tarian tradisional dari hampir seluruh penjuru Tanah Air, termasuk dari Jakarta Sendiri.
Musik yang terus menerus mengalun, silih berganti, sesuai tarian dan atraksi yang disuguhkan, membuat Anies yang semula duduk tenang di kursi kehormatan, sepertinya tak tahan.
Ketika musik pengirim Ondel-Ondel Betawi terdengar, dia melenggak-lenggok. Begitu juga Sandi dan pejabat lain yang berada di sekitarnya.
"Seru, sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat tentang keragaman seni dan budaya di negara kita. Ini bagus digelar rutin tiap tahun," ujar Asep (27), warga yang ikut menyaksikan acara ini.
Kirab Kebangsaan ini akan disambung Pemprov DKI dengan agenda lain yang juga terkait dengan Hari Pahlawan, yakni Tausiyah dan zikir Kebangsaan yang digelar di tempat yang sama; Monas. Sandiaga sebelumnya mengatakan, tausiah ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat Jakarta.
"Tausiyah Kebangsaan dimulai dengan shalat isya berjemaah, dan kemudian kita isi dengan kegiatan-kegiatan untuk menghargai pahlawan kita," katanya, Sabtu (25/11/2017).
Ia mengakui, dirinya dan Gubernur Anies Baswedan ingin warga Jakarta luluh dalam sebuah prosesi yang menghargai perjuangan-perjuangan pahlawan bangsa.
"Ini kita harapkan bisa meningkatkan persatuan dan kebhinekaan kita di Jakarta," pungkasnya. (rhm)







