Teheran, Harian Umum - Sebuah kapal tanker minyak bernama Prima, pada Sabtu (7/3/2026) pagi waktu Timur Tengah dihajar Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dengan drone karena nekat memasuki Selat Hormuz.
Seperti diketahui, selat itu ditutup Iran hanya beberapa jam setelah polisi Amerika Serikat (AS)-Israel menggempur Iran melalui serangan udara pada tanggal 28 Februari lalu.
"Kantor Hubungan Masyarakat IRGC mengumumkan bahwa sebuah kapal tanker minyak bernama "Prima" dihantam oleh drone pada 7 Maret pagi ini karena mengabaikan peringatan berulang kali dari Angkatan Laut IRGC mengenai larangan pelayaran dan kondisi yang tidak aman di Selat Hormuz," kata kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, dikutip Minggu (8/3/2026).
Iran mengingatkan bahwa Selat Hormuz ditutup dan di bawah kendalinya selama delapan hari berturut-turut sejak agresi militer brutal AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari dan membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei menjadi martir.
"Kapal tanker minyak dan kapal komersial yang bersekutu dengan negara-negara yang bermusuhan (dengan Iran) tidak diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz," tegas Iran. (man)







