Jakarta, Harian Umum - Juru bicara (jubir) PDIP, Guntur Romli, memastikan bahwa Sekjen partainya, yakni Hasto Kristiyanto, punya video yang memiliki daya ledak besar, salah satunya terkait kriminalisasi mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan.
"Ada video khusus soal kriminalisasi Anies Baswedan beserta bukti-buktinya. Ini skandal besar melebihi kasus Watergate di Amerika. Bagaimana rekayasa hukum dengan menyalahgunakan aparat negara dipakai untuk membunuh lawan politik. Daya ledaknya luar biasa," kata Guntur seperti dikutip dari detikcom, Minggu (29/12/2024).
Tak hanya video tentang Anies, Guntur juga menyebut Hasto punya video-video lain, termasuk soal isu Jokowi ingin menjadi presiden tiga periode.
"Jadi, Jokowi memang menginginkan tiga periode atau perpanjangan jabatan seperti yang disampaikan oleh tokoh-tokoh terdekat Jokowi, dan nanti bukti-buktinya ada di video yang akan dirilis Saudara Sekjen," kata Guntur.
Sebelumnya, Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie melalui akun Instagramnya mengaku menerima titipan dokumen penting yang berpotensi menjadi bom waktu, sehingga karena pentingnya dokumen itu, telah ia notariskan di Rusia.
"Jadi, pada saat saya pulang ke Indonesia saya dititipi beberapa dokumen penting (oleh Hasto) dan sudah saya amankan dan saya sudah notariskan di Rusia. Ya bisa saja itu jadi bom waktu, kita lihat saja," kata Connie lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (25/12/2024).
Connie tidak menjelaskan dokumen penting apa yang dititipkan Hasto, tapi dia memberi petunjuk bahwa dokumen itu antara lain berisi sejumlah kasus di KPK yang kini mandek.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer (Noel) merespons hal itu dengan pedas.
"Gini, persoalan tiga periode itu udah lewat. Gagasan itu, gagasan itu kan saya juga nolak. Bukan cuma Hasto aja yang nolak, ya kita juga nolak," kata Noel kepada wartawan, Jumat (27/12/2024).
Ia menyebut, Hasto panik karena dijadikan tersangka, dan ia yakin Hasto jadi susah tidur.
"Makanya, di ungkap-ungkap (soal) tiga periode, dia ungkap-ungkap ada banyak video pejabat korupsi dan sebagainya, menunjukkan itu sedang panik-paniknya," kata dia.
Noel mengingatkan bahwa Pemilu 2024 telah diselenggarakan sehingga isu tiga periode tidak relevan. Dia mengungkit Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah pernah menegaskan bahwa isu tiga periode datang dari kelompok pendukung politiknya yang hendak cari muka.
"Nggak, orang Pemilu udah selesai, tidak ada tiga periode. Dan saya juga orang yang anti terhadap tiga periode, menolak, dan sudah disampaikan juga oleh Pak Jokowi, berkali-kali, orang yang bicara tentang tiga periode, cari muka, menampar muka, dan segala-galanya. Itu ada tiga pernyataan Pak Jokowi tentang tiga periode," ujar Noel. (man)




