Jakarta, Harian Umum- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, pesimis deklarasi Anies Baswedan for President 2019-2025 oleh Gerakan Indonesia Untuk Indonesia akan menemukan momentumnya.
Sebab, selain Anies bukan ketua umum Partai, mantan Mendikbud ini juga diprediksi tak akan pernah mengkhianati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Karakter Anies beda dengan Jokowi dan Ahok yang secara nyata dan terang-terangan telah mengkhianati Prabowo. Kalau kita lihat bagaimana Anies bersama Wagub Sandiaga Uno satu per satu memenuhi janji-janjinya saat kampanye Pilkada DKI 2017, ini membuktikan kalau Anies termasuk tipe orang yang punya integritas, dan orang yang punya integritas akan berpikir seribu kali jika ingin berkhianat," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).
Meski demikian Sugiyanto mengatakan, apa yang dilakukan Gerakan Indonesia Untuk Indonesia dengan mendeklarasikan Anies sebagai Capres, sudah tepat karena saat ini Anies bisa dimasukkan dalam daftar orang-orang yang dapat memberikan harapan bagi Indonesia.
Hanya saja, tegas SGY, waktunya belum tepat karena Anies baru memasuki jagat perpolitikan Nasional setelah diusung Gerindra, PAN dan PKS di Pilkada DKI 2017. Sebelumnya, dia merupakan seorang akademisi yang tercatat pernah menjadi rektor Universitas Paramadina.
"Selain itu, peta perpolitikan Nasional terkait Pipres 2019 juga telah terbaca karena meski Demokrat masih satu-satunya partai yang menyatakan belum memiliki jagoan untuk dipertarungkan di Pilpres, namun dari banyak gelagat yang ditunjukkan ketua umumnya, Soesilo Bambang Yudhohono alias SBY, bisa jadi Demokrat akan mengusung Presiden Jokowi. Apalagi kalau keinginan SBY untuk menduetkan Jokowi dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai Capres-Cawapres, tereralisas," katanya.
Meski demikian aktivis yang juga politisi PAN ini mengakui kalau politik itu dinamis, bahkan sangat dinamis, sehingga bisa saja jika duet Jokowi-AHY gagal direalisasikan, Demokrat membentuk poros ketiga dengan PPP serta PKB, atau partai lain, untuk berkoalisi dan mengusung Capres sendiri.
Namun, lanjut SGY, peluang Anies untuk diusung poros ini pun sangat kecil mengingat Anies tak punya kaitan sejarah dan emosional dengan partai-partai itu, dan SBY pun pastinya akan lebih mengedepankan AHY.
"Yang juga menjadi catatan penting di sini adalah, sejauh ini Anies terlihat nyaman berada di poros Gerindra, PKS, PAN dan untuk Pilpres 2019 agaknya akan ditambah PBB, sehingga dengan integritasnya yang tinggi, saya tak yakin Anies mau ditempatkan sebagai lawan Prabowo di Pilpres 2019," katanya.
Namun SGY mengakui kalau peluang Anies untuk nyapres terbuka lebar jika Prabowo legowo untuk membatalkan niatnya menjadi Capres, dan memberikan mandat kepada Anies.
"Karena itu kita tunggu detik-detik terakhir saat Poros Gerindra yang terdiri dari partai itu, PKS, PAN dan PBB mendaftarkan Capres-Cawapresnya pada Agustus 2018 nanti. Siapa tahu ada kejutan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah tokoh, ulama, aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Untuk Indonesia, Jumat (8/6/2018), di Jakarta, mendeklarasikan Anies Baswedan for President 2019-2024.
Mereka di antaranya Ustad Haikal Hasan Baras, Fahmi Salim Zubair, KH Wahfiuddin, Taufan Maulamin, Jeje Zainuddin, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan Komunitas Anak-Anak Muda Milineal.
Dalam rilisnya, Gerakan Indonesia Untuk Indonesia menjelaskan kalau deklarasi dilakukan setelah melakukan kajian yang serius, sungguh-sungguh dan mendalam terhadap pribadi, track record, baik integritas, kinerja dan elektabilitas Anies Baswedan, dan dengan mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan bangsa saat ini.
Dari kajian itu, Gerakan Indonesia Untuk Indonesia menilai Anies layak untuk dideklarasikan sebagai Calon Presiden RI 2109-2024.
"Deklarasi ini didasarkan pada syarat komitmen, integritas, kapasitas dan elektabilitas yang terpenuhi di dalam diri Anies Baswedan," kata gerakan itu dalam rilisnya.
Sebelum ada deklarasi ini, nama Anies memang telah sering dikait-kaitkan dengan Pilpres 2019. Ia bahkan pernah diberitakan termasuk figur yang masuk radar Gerindra untuk dijadikan Cawapres Prabowo. (rhm)






