Jakarta, Harian umum - Memasuki musim penghujan, wabah demam berdarah dengue atau DBD diperkirakan bakal meningkat. Karena itu Pemprov DKI meminta warga agar mewaspadai penyakit DBD.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan peningkatan wabah DBD akan terjadi di seluruh wilayah Jakarta.
mengatakan bahwa saat ini, seluruh wilayah di Jakarta, masuk dalam kategori waspada penyebaran wabah DBD. "Saat ini, seluruh wilayah Jakarta, masuk dalam kategori waspada DBD. Beberapa hari atau minggu setelah musim hujan di 2019 berakhir DBD diperkirakan akan meningkat,” ujar Widyastuti, di Jakarta Senin (28/1/2019).
Karena itu Widyastuti mengimbau kepada warga Jakarta, mewaspadai bahaya wabah DBD. Dengan cara menjaga lingkungan rumah dan membersihkannya setiap waktu. “Kami imbau warga untuk melakukan gerakan 3M, menutup, menguras, dan mengubur,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta sepanjang tahun 2018, tercatat ada 2.947 kasus DBD di ibukota dengan insidence rate (IR) sebesar 28,15 per 100.000 penduduk.
Sementara tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) sebesar 0,07 persen.
Widyastuti mengungkapkan, wilayah Jakarta Barat yang disorotinya, mengingat cakupan wilayah dan besarnya jumlah penduduk. Pada tahun 2018, wilayah Jakarta Barat memiliki IR sebesar 37,0 per 100.000 penduduk atau meningkat dari tahun sebelum.
Sementara Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan wilayah yang memiliki IR tertinggi, yakni sebesar 41,4 per 100.000 penduduk sepanjang tahun 2018.
Seiring tingginya curah hujan di DKI, membuat udara lembab bahkan menimbulkan genangan. Tempat tersebut membuat yamuk aedes aegepty penyebab demam berdarah berkembang.
Pada Januari 2019, tercatat 111 kasus penyakit demam berdarah menyebar dari beberapa wilayah di Jakarta. Tidak ada korban meninggal akibat DBD. (Zat)







