JAKARTA, HARIAN UMUM - Akibat peristiwa mati listrik yang melanda Jakarta, Banten, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah sejak Minggu pukul 11.45 WIB, Pemprov DKI bersama PLN membahas standar operasi prosedur ketika menghadapi kondisi darurat listrik.
"Hikmahnya dari kejadian kemarin (listrik mati) menyadarkan kita semua pentingnya memiliki standar operasional tindakan dalam kondisi kedaruratan tanpa ada aliran listrik," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Rabu (7/8/2019).
Anies mengatakan dalam pertemuan dengan bos PLN Jakarta disepakati untuk menyiapkan dratf standar operasional saat menghadapi kondisi kedaruratan, termasuk listrik padam.
Selain penyusunan SOP, Anies juga akan menyusun langkah untuk menggalakkan penggunaan panel surya di gedung pemerintahan maupun sekolah di Jakarta. Anies menilai, tenaga surya merupakan salah satu sumber yang paling mungkin untuk digunakan di Jakarta. "Ini juga bahan pembicaraan dengan Menteri ESDM hari Jumat kemarin," ujarnya.
Di tempat yang sama, General Manager PLN Jakarta Ihsan Assad mengatakan, setelah kejadian lampu padam kemarin, pihaknya sudah membahas antisipasi ke depan. Langkah pencegahan perlu dilakukan agar kejadian itu tidak terulang kembali. "Kemudian kita juga akan memperkuat pasokan di Jakarta sehingga pada saat lampu padam tidak menunggu terlalu lama. Pada saat kejadian seperti kemarin, tidak tergantung pasokan dari Timur," katanya.
Atas kejadian padam listrik yang hingga tembus Senin dini hari, (5/8/2019), Ihsan meminta maaf kepada semua pihak. Dia berjanji melakukan pembenahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, Gubernur DKI, serta para pelaku bisnis," pungkasnya. (Zat)







