Jakarta, Harian Umum - Unjuk rasa massa pendukung 01 Anies-Muhaimin (AMIN) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, kembali mendapat gangguan dari massa pendukung 02 dalam bentuk demo tandingan.
Sebelumnya, pada Rabu (27/3/2024), kemunculan demo tandingan memicu bentrok setelah pendukung 02 melempari massa pendukung 01 dengan air mineral kemasan.
Pantauan harianumum.com di lokasi, massa 01 yang kali ini berdemo dikoordinatori oleh Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat (GPKR) yang dipimpin mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Bersama massa ini bergabung para alumni Universitas Indonesia (UI), aktivis dari Ormas Pengacara dan Pejabat Bela Ummat (Pejabat) dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Indonesia (SPMI).
Agenda massa pendukung 01 ini adalah mengawal jalannya sidang gugatan perselisihan hasil Pilpres 2024 yang diajukan Paslon 01 AMIN dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud di Mahkamah Konstitusi (MK) yang pada hari ini memasuki agenda jawaban tergugat, yakni KPU dan Paslon 02 Prabowo Gibran.
Sementara massa Paslon 02 yang menamakan diri Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gabungan Pemuda Mahasiswa Nusantara (GPMN).
Berkebalikan dengan massa 01 yang menolak hasil Pemilu 2024, khususnya Pilpres, sehingga mereka rela turun ke jalan untuk mendukung gugatan AMIN, masa GPMN justru sebaliknya, mendukung hasil Pemilu.
"Kami mengajak semua pihak untuk menghormati hasil Pemilu dan tidak membuat provokasi yang membuat kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi terpecah belah!" kata orator massa 02 dari mobil komando.
Harian Umum menghampiri beberapa massa 02 dan menanyakan mereka kuliah di mana, tapi mereka menghindar dan bahkan seperti malu untuk menjawab.
Seorang massa 02 yang membagi-bagikan rilis, ketika ditanya massanya dari kampus mana saja, juga terlihat bingung.
"Ya, dari banyak universitas. Kita gabungan. Ada yang dari UBK dan lain-lain. Kalau mau lebih jelas, tanya koordinator saja," katanya.
Harian Umum memperhatikan satu per satu massa 02 yang mengaku sebagai mahasiswa itu, karena semuanya tidak memakai jaket almamater, dan bahkan di antara mereka ada perempuan yang berusia di atas 30 tahun karena terlihat tua.
Namun, berbeda dengan pada Rabu (27/3/2024), hari ini tidak terjadi bentrok karena pengawalan polisi terhadap massa 02 sangat ketat. Polisi tidak membiarkan orang yang terlihat datang dari tempat massa 01 berdemo, mendekati massa 02. Harian Umum juga sempat ditegur seorang Polwan karena dinilai terlalu dekat dengan massa 02.
"Tolong agak menjauh ya, Pak," tegur Polwan itu. (rhm)





