Jakarta, Harian Umum- Tokoh Betawi yang juga bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Gerindra, Munir Arsyad, mengatakan makin pede untuk menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.
Pasalnya, dukungan untuknya terus mengalir dari berbagai kalangan, sehingga salah satu syarat menjadi Bacaleg Partai Gerindra, yakni menyerahkan 1.000 copy KTP pendukung, terlampaui dalam waktu singkat dan tanpa susah payah.
"Saya dapat 2.000 copy KTP kurang dari dua minggu dan nggak ngumpulin sendiri," katanya kepada harianumum.com di sela-sela acara silaturahmi dan buka puasa bersama Forum Bersama Jakarta (FPJ) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/5/2018).
Ketika ditanya darimana ribuan copy KTP itu? Bendahara Umum Bamus Betawi yang juga pimpinan Yayasan Perguruan Islam (YPI) As Sa'adah ini menjawab ada orang-orang yang mengantarkan dan menyerahkan kepadanya.
"Mereka itu teman, tetangga, tokoh masyarakat, tokoh agama .... macam-macam. Ada yang menyerahkan copy KTP-nya sendiri, tapi ada juga yang nyerahin sampai 10, 300 copy KTP ..... padahal belum saya minta mencarikan," katanya.
Munir mengakui, kejadian ini membuat dirinya tak hanya senang, namun juga semakin bersemangat dan semakin pede untuk bertarung di Pileg 2019 melalui Dapil DKI Jakarta V yang meliputi Kecamatan Jatinegara, Duren Sawit dan Kramatjati, Jakarta Timur, untuk merebut satu dari 10 kursi yang tersedia di Dapil ini agar lolos menjadi anggota DPRD DKI periode 2019-2014.
Semangat dan pede itu semakin bertambah karena saat acara silaturami dan buka puasa bersama FBJ, Ketua FBJ Budi Siswanto dan pendiri FBJ Ma'mun Amien mengerahkan seluruh pimpinanan dan anggota FBJ yang mencapai 10.000 orang, untuk mendukung pencalonan Munir, karena di LSM ini Munir menjabat sebagai ketua FBJ Jakarta Timur.
"Pak Ustad Munir merupakan satu-satunya pengurus FBJ yang nyaleg, sehingga bisa dibilang dia adalah perwakilan kita di Parlemen nanti. Jadi, harus kita dukung penuh agar bisa menjadi anggota DPRD," kata Budi.
Sedang Ma'mun mengatakan, siapa pun dari FBJ yang nyaleg, maka harus didukung.
"Kalau di antara kita ada yang menjadi anggota Dewan, itu akan ada manfaatnya buat organisasi," katanya.
Sebelumnya, Munir juga telah mengatakan kalau ia optimis akan dapat lolos menjadi anggota DPRD karena punya banyak pendukung.
"Sebagai ketua umum YPI As Sa'adah, saya punya ribuan walimurid, ribuan alumni; sebagai pengurus Majelis Ta'lim As Sa'adah, saya punya ratusan jamaah. Belum lagi dukungan dari karang taruna, remaja masjid, komunitas Betawi, perguruan pencak silat dan dukungan dari FKDM beserta keluarga dan kerabatnya karena saya satu-satunya yang nyaleg dari organisasi ini, sehingga bisa dibilang saya perwakilan mereka," katanya.
Selain hal tersebut, ia juga mengingatkan bahwa saat ini Gerindra, PKS dan PAN adalah partai-partai yang tengah berada di hati umat Islam Indonesia, karena partai-partai ini merupakan partai pendukung Aksi Bela Islam, tidak mendukung Ahok yang menistakan agama Islam, dan menolak Perppu Ormas yang membuat HTI dibubarkan.
"Kondisi ini membuat peluang saya semakin besar," tegasnya.
Data yang diperoleh menyebutkan, selain telah menyerahkan formulir pendaftaran, para Bacaleg Gerindra, termasuk Munir, telah menjalani tes tertulis dan wawancara.
"Sekarang tinggal tunggu DCS (daftar caleg sementara) Gerindra. Mudah-mudahan dapat nomor bagus," katanya.
Ketika ditanya bagaimana jika ia tidak mendapat nomor urut satu, tapi nomor urut tiga bahkan lima?
"Gak masalah, tetap fight," tegas sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tersebut. (rhm)





