JAKARTA, HARIAN UMUM - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan susunan menteri dalam kabinet yang akan membantunya menjalani roda pemerintahan periode 2019-2024. Namun DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, menghormati keputusan Jokowi yang tidak menyertakan kader partai berlambang mercy tersebut dalam Kabinet Indonesia Maju.
"Kami menghargai itu sebagai hak prerogatif Pak Presiden. Untuk langkah politik selanjutnya kami menunggu dan akan patuh kepada arahan Pak SBY," kata Santoso di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (27/10/2019).
Santoso melanjutkan, terkait keputusan politik Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat soal menjadi oposisi atau berkoalisi, DPD DKI akan mematuhi. "Kami menunggu arahan dan keputusan dari Ketum Demorat. Apapun keputusan nanti, kita akan patuhi," kata Santoso.
Meski begitu Demokrat Ibukota optimis pemerintah Jokowi bisa menjalankan semua program yang belum diselesaikan pada periode sebelumnya. Demokrat juga ikut mendukung program Jokowi yang berkaitan dengan peningkatan SDM (sumber daya manusia). "Kami dukung program terkait peningkatan SDM, karena kedepan hanya negara yang punya SDM yang bisa survive," ujar Anggota DPR-RI tersebut.
Santoso menambahkan menjelang Hari Sumpah Pemuda, DPD Partai Demokrat DKI Jakarta mengajak agar semua kembali menanamkan nilai-nilai persatuan. Persatuan yang kemarin sempat terkoyak dan terbelah karena pilihan politik jangka pendek pada saat pemilu.
"Benih-benih primordialisme dan kesukuan yang sempat mengental sudah selayaknya kita kikis dan diubah menjadi semangat nasionalisme seperti apa yang diamanatkan oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928," ujar Anggota DPR ini. (Zat)







