Jakarta, Harian Umum - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meletakkan empat pondasi dasar bagi Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD) dalam menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS) 2018.
"Dalam beberapa hari ini saya membriefing TPAD, menegaskan bahwa anggaran yang disusun harus memenuhi beberapa pemahaman utama," katanya saat mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, Senin (6/11/2017), di Jakarta.
Ia menyebut ada empat dasar yang harus terpenuhi dalam KUA/PPAS tersebut.
Pertama, berpihak kepada warga jelata yang posisinya marjinal atau lemah, karena selama ini mereka belum mendapat peluang untuk dapat meningkatkan taraf kehidupannya.
Kedua, memenuhi aspek efektifitas yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di Jakarta, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga, bukan oleh birokrat.
Ketiga, anggaran berorientasi untuk membahagiakan warga, sehingga diharapkan muncul program-program terobosan dan yang membuat sebuah masalah tidak lagi menjadi penderitaan bagi warga.
Keempat, mengedepankan transparansi baik dalam proses maupun implementasinya.
"Keempat hal ini sejalan dengan visi misi kami untuk memajukan dan membahagiakan warga Jakarta," kata Anies lagi.
Dalam rapat itu terungkap kalau KUA/PPAS 2018 yang merupakan cikal bakal RAPBD 2018, bernilai Rp76,7 triliun atau naik sekitar Rp300 miliar dibanding APBD 2017.
Meski demikian, APBD 2018 kemungkinan akan mengalami defisit sekitar Rp6,6 triliun karena pemasukan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan lain-lain diperkirakan hanya Rp42 triliun dan pemasukan dari dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat hanya Rp22 triliun.
Atas kekurangan ini, anggota Banggar mempertanyakan, defisit tersebut akan ditutupi dari mana?
"Apakah dari Silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) 2017?" tanya anggota Banggar tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah yang memimpin ekesekutif dalam rapat ini, karena gubernur dan wakilnya masih ada agenda lain dan harus pergi, mengaku optimis defisit akan tertutupi.
Namun bagaimana defisit tertutupi, tidak dijelaskan secara gamblang. (rhm)







