Teheran, Harian Umum - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengingatkan warga di kawasan Asia Barat yang negaranya menampung personel militer Amerika Serikat (AS), agar menjauh setidaknya 500 meter dari lokasi di mana personel itu berada.
"Saat ini banyak perwira dan personel militer AS telah meninggalkan pangkalan mereka karena takut, dan telah pindah ke gedung-gedung di daerah perkotaan dari mana mereka mengarahkan operasi mereka terhadap Iran," kata IRGC dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026), dikutip dari Fars.
IRGC menambahkan, peringatan yang diberikannya adalah demi keselamatan warga yang berada di sekitaran gedung-gedung yang kini dijadikan sebagai tempat akomodasi bagi pasukan AS tersebut.
Sebab, katanya, jika AS tetap menyerang Iran, maka misi IRGC adalah untuk membalas dendam terhadap mereka yang bertanggung jawab.
IRGC mengeklaim, sebelum perang terjeda untuk perundingan yang akhirnya melahirkan penandatangan memorandum of understanding (MoU) Islamabad pada 28 Juni 2026, perang yang berlangsung selama 40 hari dimenangkan Iran.
"Namun, Amerika Serikat melanggar MoU dan melanjutkan permusuhan hanya beberapa hari setelah MoU ditandatangani, dan akhirnya pada 12 Juli menyatakan memorandum tersebut batal, dan AS resmi memulai kembali perang," kata IRGC.
Menurutnya, 13 hari sejak setelah AS kembali memulai perang, tanda-tanda kekalahan AS telah terlihat, dan AS menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan angkatan bersenjata Iran melalui operasi militer, sehingga alih-alih mundur, Washington justru melakukan kejahatan perang dengan menargetkan jembatan, dermaga perikanan, kapal nelayan dan kapal kargo kayu, kendaraan sipil, dan infrastruktur kereta api. Serangan ini menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.
Pada Jumat pagi waktu setempat, AS merudal pangkalan Hazrat Seyyed al-Shohada, pangkalan Angkatan Laut IRGC di Zibakenar, Provinsi Gilan, Iran Utara.
Fars melaporkan, serangan itu merusak pangkalan Hazrat Seyyed al-Shohada, akan tetapi belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
IRGC meminta kepada masyarakat untuk melaporkan lokasi baru personel militer AS yang dipindahkan dari pangkalannya, melalui akun Telegram Humas IRGC resmi, @sepahnewsiradmin, atau melalui bagian "Hubungi Kami" di situs web sepahnews.ir. (man)



