Banjarmasin, Harian Umum - Enam orang dikabarkan tewas, dan 139 orang masih dinyatakan hilang akibat terbaliknya KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (13/9/2026) malam.
Hingga Senin (14/9/2026) pagi, menurut laporan TVOne, dari 243 penumpang kapal itu, yang selamat 108 penumpang dan dievakuasi dengan Kapal MV Haida ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalsel.
Kapal dihantam ombak
Menurut informasi, saat terbalik, kapal itu sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Saat kapal meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak, cuaca cerah. Namun, setelah sekitar lima jam berlayar, cuaca berubah. Ombak tinggi menghantam lambung kiri kapal, membuat kapal itu oleng, dan kemudian kembali dihantam ombak.
"Kapal dihantam ombak dari kanan dan kiri," kata Ahmad Saudi, salah satu penumpang selamat saat ditemui di Pelabuhan Trasaksi Banjarmasin.
Warga Surabaya yang bermukim di Banjarbaru, Kalsel, itu menjelaskan, saat kapal oleng ke kiri karena hantaman ombak, truk-truk Fuso yang berada di dalam kapal, bergeser ke kiri, sehingga kapal pun miring ke kiri. Kondisi ini membuat penumpang yang saat itu belum tidur, panik.
"Saya ngikutin (olengan) kapal aja. Kapal miring, kita pegangan dulu di atas kapal. Abis gitu (ketika) kapal (makin) miring, langsung kita naik ke ujungnya kapal yang bawah itu," kata Ahmad.
Saat kapal mulai menunjukkan tanda-tanda akan terbalik, Ahmad bersama belasan penumpang lain menjangkau kapal karena yang tersedia di KM Virgo Transport 8, dan kemudian melihat saat detik-detik kapal itu terbalik.
"Saya dan penumpang lain ditolong awak MV Haida sebelum matahari terbit. Totalnya 15 orang, nggak ada penumpang perempuan," katanya.
Ahmad menjelaskan, ia naik Kapal Virgo Transport 8 karena ia sopir bus dengan tujuan Banjarmasin. Karena kamar di kapal telah penuh, maka dia tidur di kursi panjang di dekat kabin.
Saat kapal dihantam ombak dan miring, masih banyak penumpang yang berada di dalam kamar-kamar kelas ekonomi. Ia menduga para penumpang yang mayoritas perempuan dan anak-anak itu terjebak di kamar-kamar itu. Sementara para penumpang laki-laki yang berada di luar kamar dapat segera menyelamatkan diri.
"Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan supir-supir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar," katanya.
Hingga kini, tim gabungan masih mengupayakan evakuasi para korban lainnya. (man)







