Jakarta, Harian Umum- Nilai tukar rupiah mencetak rekor baru karena jatuh ke level terendah tahunan terhadap dolar AS, menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,25% pada Juli ini.
Data Bloomberg menyebutkan, pada pembukaan perdagangan di pasar spot antarbank, Jumat (20/7/2018), rupiah diperdagangkan pada level 14.477/dolar AS. Anjlok Rp35 dibanding penutupan Kamis (19/7/2018) yang parkir di level 14.442/dolar AS.
Melalui siaran persnya, Analis Riset FXTM, Lukman Otunuga, menyatakan, pihkanya khawatir melihat rupiah terus tertekan walaupun BI berusaha memperketat kebijakan moneter secara agresif selama dua bulan terakhir.
"Walaupun BI mempertahankan posisi hawkish, namun tidak banyak membantu rupiah yang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal," katanya.
Ia yakin, greenback yang saat ini tengah berkibar, tetap menjadi tema dominan di pasar keuangan di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS (fed rate), dan ketegangan dagang global yang memengaruhi sentimen, sehingga rupiah dan banyak mata uang emerging markets (negara berkembang) lainnya dapat semakin melemah.
Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana kurs rupiah terhadap dolar AS bertahan di atas level psikologis 14.000/dolar AS.
"Harga sudah mencapai 14.400/dolar AS, sehingga level kunci berikutnya adalah di kisaran 14.750/dolar AS," pungkasnya. (rhm)







