Jakarta, Harian Umum - Komisi I DPR RI meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI di luar negeri, khususnya Lebanon, menyusul tewasnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Prajurit TNI itu tewas akibat serangan Israel ke Lebanon untuk membalas serangan Hizbullah yang bergabung dengan Iran dalam konflik dengan Amerika dan Israel yang dipicu serangan kedua negara itu ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026.
“Biamana kondisinya(di Lebanon) memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan apa namanya penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Politikus Golkar itu pun menyoroti efektivitas keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di wilayah Lebanon di tengah memanasnya konflik negara-negara Timur Tengah.
Dave mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap keselamatan prajurit TNI, jika keberadaannha di sana justru menjadi sasaran pihak-pihak yang berkonflik dan tidak berhasil mendorong perdamaian.
“Ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi ataupun juga melihat apakah keberadaan prajurit kita ini benar-benar berfungsi atau tidak. karena jelas dengan adanya serangan yang tidak berhenti, yang terus berlanjut, bahkan sampai menewaskan prajurit kita,” ungkap Dave.
Ia mengingatkan bahwa serangan misil Israel yang berdampak ke pasukan perdamaian asal Indonesia bukan kali pertama terjadi, karena sebelumnya pernah terjadi hal serupa, meski saat itu, tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka dari pihak TNI.
“Nah, sekarang sudah ada korban yang fatal, sehingga dan juga saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Senin (30/3/2026), Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada kompas.com menginformasikan bahwa seorang prajurit dari Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi UNIFIL, gugur dalam serangan Israel terhadap Lebanon. Bukan hanya itu, beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata dia.
Rico memastikan bahwa peristiwa ini terjadi di tengah saling serang artileri dari kedua belah pihak (Israel dan Lebanon).
“Dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” jelas dia. (man)







