Jakarta, Harian Umum- Teka teki mengapa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan begitu lamban melakukan mutasi pejabatnya, mulai terkuak.
Salah seorang mantan Presidium Relawan Anies-Sandi (PRAS), Tom Pasaribu, mengatakan, orang yang mengaku sebagai kepercayaan Wagub Sandiaga Uno lah yang diduga menjadi penyebab belum terlaksananya rotasi pejabat sampai sekarang.
"Orang itu bernama Panji. Dia ini teman sekolah Sandi dan berada di tim Sandi saat Pilgub DKI 2017 lalu." kata Tom kepada wartawan, Jumat (1/6/20!8).
Aktivis ini menjelaskan, Panji memanfaatkan kondisi menjelang rotasi pejabat dengan mendekati para pejabat yang hendak diganti. Kepada mereka, Panji bukan hanya mengaku sebagai orang kepercayaan Sandi, tapi juga mengajak mereka main golf agar dapat diloby.
""Perilaku Panji ini sudah santer di kalangan pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Perilaku Panji ini pula yang membuat Gubernur Anies Baswedan gamang untuk merombak para pejabat Pemprov DKI, meski itu sangat penting, karena Gubernur juga telah mengetahuinya," kata Tom lagi.
Ketua Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) ini mengakui, hal ini patut disesali karena seharusnya, sesuai komitmen Anies-Sandi saat kampanye, hal seperti ini tidak boleh terjadi karena akan membuat posisi Anies-Sandi di Pemprov DKI makin sulit.
Jika Anies tidak segera melakukan mutasi, tegas Tom, roda pemerintahan bisa berjalan amburadul, dan janji-janji kampanye Anies-Sandi pun akhirnya bisa saja hanya akan menjadi pepesan kosong karena pejabat yang saat ini mengisi posisi-posisi merupakan pejabat yang diangkat di era Gubernur Ahok dan Djarot, dan mereka tidak loyal kepada Anies-Sandi.
Namun saat dikonfirmasi, Panji membantah keras cerita Tom Pasaribu.
"Ngawur banget itu, Bang. Salah itu. Saya nggak tahu menahu. Saya nggak punya kekuasaan dan wewenang untuk kayak gitu. Terima kasih konfirmasinya," ujar Panji.
Seperti diketahui, hingga tujuh bulan pemerintahannya, Anies-Sandi belum juga melakukan mutasi meski sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda, Anies-Sandi berwenang merombak jajaran pejabatnya setelah enam bulan dilantik.
Desakan berbagai kalangan agar Anies-Sandi segera merombak pejabatnya, tak mempan. Meski mereka memgingatkan risiko apa yang akan dihadapi jika para loyalis Ahok tetap dipertahankan di posisinya. (rhm)






