Jakarta, Harian Umum - Front Penegak Daulat Rakyat (F-PDR), Rabu (13/3/2024), di Jakarta Pusat menginisiasi rapat konsolidasi Gerakan Rakyat untuk Selamatkan Indonesia
Konsolidasi ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat seperti simpul-simpul relawan, mahasiswa dan Ormas yang merupakan simpul-simpul pendukung Paslon 01 Anies-Muhaimin (AMIN) dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud.
Peserta yang hadir lebih dari 100 orang yang semuanya merupakan pimpinan-pimpinan elemen.
Konsolidasi ini diselenggarakan terkait rencana aksi yang akan digelar F-PDR di DPR pada 18 Maret 2024.
"Target aksi ini adalah melengserkan (Presiden) Jokowi," kata Ketua Presidium F-PDR, mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko.
Dalam rapat ini terungkap kalau massa yang akan dikerahkan minimal 100.000 orang dan maksimal lebih dari 1 juta orang.
Aksi ini juga direncanakan akan berlangsung terus menerus, tak hanya pada 18 Maret 2024, dan massa juga kemungkinan akan menginap di DPR.
Hal yang juga urgen adalah, setiap kali massa 01 dan 03 melakukan aksi, baik di DPR, Bawaslu maupun KPU, massa pendukung Paslon 02 Prabowo-Gibran selalu membuat massa tandingan.
Dalam rapat konsolidasi berkembang usulan agar melawan mssa tersebut.
F-PDR merupakan organisasi gerakan yang dideklarasikan pada 9 Maret 2024 lalu. Organisasi gerakan ini dibentuk oleh sejumlah purnawirawan TNI dan masyarakat sipil, termasuk Mayjen (Purn) Soenarko, dan Dewan Pakar Centre of Study for Indonesian Leadership (CSIL) HM Mursalin, dan Marwan Batubara dari masyarakat sipil. (rhm)







