Jakarta, Harian Umum - Tim gabungan BNPB terus melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo. Sebanyak 26 korban diketahui masih tertimbun dan tengah dalam pencarian petugas.
Sejumlah petugas dan relawan menggunakan kendaraan alat berat terpantau di lokasi untuk mengeruk tanah longsor yang cukup tebal.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan pencarian korban tidak mudah karena lokasi yang tertimbun longsor luas. Sementara material yang menimbun rumah dan korban tebal.
"Tidak mudah mencari korban. Di beberapa lokasi ketebalan mencapai 20 meter," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, cuaca dan akses menuju lokasi menjadi salah satu hal yang menyebabkan proses pencarian agak sulit. Pencarian pun sempat dihentikan sebab hujan deras mengguyur lokasi longsor.
27 Orang Masih Hilang
Sebanyak 27 orang belum ditemukan, pasca-longsor yang terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menduga korban hilang karena tertimbun material longsor.
"Hingga sore ini, ada 27 orang yang hilang yang terdata. Semua data yang mengeluarkan dari BPBD. Jadi hingga kini 27 orang yang hilang," kata Kepala BPBD Ponorogo, Sumani di lokasi.
Evakuasi untuk mencari korban hilang akan menggunakan lima alat berat. Lima alat berat itu dua dari Pemkab Ponorogo, dan tiga sisanya dari Pemkab Trenggalek, Pemkab Pacitan, dan Pemkab Madiun.
"Evakuasi baru dimulai besok (Minggu). Sebab, saat ini kondisi dan waktu sudah tidak memungkinkan," katanya.
Selain itu, BPBD Ponorogo juga mencatat, 21 rumah tertimbun material longsor.
Menteri Sosial Berikan Santunan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban tanah longsor, Ia melakukan inspeksi ke dapur umum yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi.
Khofifah menyerahkan bantuan santunan kematian kepada ahli waris korban yang sudah berhasil diidentifikasi sebesar Rp 15 juta. Dan mendoakan para korban khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar menghadapi musibah tersebut.
Selain itu Khofifah mengatakan pemerintah telah meyiapkan bantuan sebesar Rp 1,34 miliar untuk membantu korban longsor Ponorogo. Pemerintah daerah diminta merelokasi pemukiman warga di lokasi bencana secepatnya.
Bantuan tersebut terdiri dari kebutuhan logistik senilai Rp 832 juta, santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp 15 juta, dan santunan untuk korban luka senilai Rp 5 juta.







