Jakarta, Harian Umum- Pernyataan Presiden Jokowi dalam Konvensi Rakyat: Optimis Untuk Indonesia Maju di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019), benar-benar telah menjadi blunder baru baginya.
Pasalnya, selain Capres nomor urut 01 di Pilpres 2019 itu tetap didesak agar segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pengembalian Hak Guna Usaha (HGU) meski dia telah berkilah bahwa dia tidak memaksa Prabowo Subianto untuk mengembalikan lahan konsesinya kepada negara, dia pun diserang balik dengan tagar #BalikinHGUParaTaipan yang sukseas menembus trending topics Indonesia.
Hingga Selasa (26/2/2019) dinihari WIB, tagar itu masih bercokol di puncak trending karena dicuitkan hingga 71.800/kali.
Tak hanya #BalikinHGUParaTaipan, pernyataan Jokowi bahwa dia tidak memaksa Prabowo mengembalikan lahannya, juga kebiasaannya meralat apa yang telah diucapkan, termasuk soal kebakaran hutan saat Debat Capres II pada 17 Februari 2019 lalu, membuat dirinya dijuluki Presiden Ralat Indonesia. Tagar yang mewakili julukan itu, #PresidenRalatIndonesia, nangkring di posisi dua trending karena dicuitkan hingga 13.100 kali.
Seperti diketahui, dalam Konvensi Rakyat: Optimis Untuk Indonesia Maju, Jokowi mengatakan kalau dia menunggu penerima konsesi besar untuk mengembalikan lahannya karena akan dibagikan kepada rakyat.
Pernyataan itu ia tujukan kepada rival semata wayangnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto, karena sebelumnya, saat Debat Capres II, Jokowi menyebut Prabowo punya lahan 220.000 hektar di Kaltim dan 120.000 hektare di Aceh.
Atas pernyataannya itu, kubu Prabowo bereaksi keras. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyilakan Jokowi menyiapkan perangkat hukumnya, karena Prabowo siap mengembalikan lahan berstatus HGU itu kepada negara.
Perangkat hukum itu, kata Dahnil, bisa berupa Perppu Pengembalian HGU.
Meski demikian Dahnil mengingatkan, setelah Perppu terbit, maka Jokowi juga haruas meminta para pendukungnya, seperti Erick Thohir, Luhut Panjaitan, Wilmar Witular, Hari Tanoe dan Sinar Mas Group untuk ikut mengembalikan ratusan ribu hektare lahan konsesi yang saat ini mereka kuasai.
Pernyataan Dahnil ini agaknya membuat nyali Jokowi ciut, sehingga kepada pers usai meresmikan PLTU Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019), Jokowi mengaku tidak bermaksud memaksa Prabowo mengembalikan lahannya.
"Bukan memaksa, karena kita juga tahu kepastian hukum harus ada," kata dia.
Mantan walikota Solo itu menegaskan bahwa negara paham hukum, sehingga tidak mungkin lahan yang memiliki HGU langsung diambil, karena sudah menjadi hak dari penerima, termasuk Prabowo.
"Setiap hak yang diberikan kepada investor, kepada pengusaha, kepada rakyat itu kepastian hukum harus jelas, sehingga kalau sudah diberi HGU ya itu hak guna usaha," katanya.
Namun karena Prabowo menyatakan siap mengembalikan, maka kata Jokowi, ia singgung lagi saat Konvensi Rakyat di Sentul Minggu malam kemarin.
"Saya ulang, karena kan ada yang menyampaikan kalau tanahnya diperlukan negara akan diberikan, kalau diperlukan negara akan diberikan. Ya saya dengan senang hati akan saya terima kalau memang mau diberikan, sehngga saya bisa membagi bagikan kepada rakyat," katanya. (rhm)







