Jakarta, Harian Umum - Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Viktor Irianto, menilai Gerakan Pilah Sampah yang dideklarasikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 10 Mei 2025 yang lalu, tidak efektif.
Ia bahkan menyarankan Pramono agar mendirikan BUMD yang khusus menangani sampah dengan skema seperti yang diterapkan oleh PT Transjakarta.
"Gerakan Pilah Sampah pernah diterapkan di Jakarta, dan terbukti tidak efektif. Nah, sekarang dideklarasikan lagi, saya rasa hasilnya akan sama," kata Viktor di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, dari hasil penelusurannya terungkap bahwa warga Jakarta kapok melakukan pemilihan sampah, karena setelah mereka memilah sampah rumah tangganya dengan memisahkan sampah basah dengan sampah kering, dan kemudian memasukkan jenis-jenis sampah itu ke dalam kantong pelastik, saat sampah-sampah itu diangkut petugas dengan bak sampah, sampah-sampah itu akan bercampur lagi.
"Karena kantong pelastiknya yang memiliki nilai ekonomis, diambil," katanya.
Ia memuji keberadaan Bank Sampah karena menurutnya, banyak yang sukses.
"Tapi bank sampah - bank sampah itu diperlakukan seperti anak tiri, diinginkan keberadaannya, akan tetapi tidak diayomi sebagaimana seharusnya," kata dia.
Viktor melihat bahwa pangkal permasalahan ini adalah lemahnya kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terutama dalam hal pengawasan.
"Selain itu ada dilema tersendiri, karena Dinas LH melarang penggunaan plastik, akan tetapi masyarakat justru menggunakan pelastik untuk memilah dan memisahkan sampah," katanya.
Viktor mencontohkan sebuah kejadian di Jakarta Timur, ketika di wilayah itu melakukan kegiatan pembersihan sampah.
"Saya lihat Sudin Lingkungan Hidup-nya tidak berperan, karena ketika Satpol PP membeli pelastik, Sudin diam saja. Padahal, kan katanya nggak boleh pakai pelastik," kritik Viktor.
Ia mengaku khawatir jika masalah ini terus berlanjut, Jakarta yang dicanangkan sebagai Kota Global, bakal berubah menjadi Kota Kotor.
"Sekarang saja kalau kita jalan ke pemukiman-pemukiman, tumpukan sampah mudah ditemukan di sana," katanya.
Viktor menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta mendirikan BUMD yang khusus menangani sampah, karena permasalahan sampah yang tetap menjadi masalah klasik di Jakarta, membuktikan kalau birokrat yang bertanggung jawab atas masalah itu tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Saya bahkan melihat kalau Gerakan Pilah Sampah yang deklarasikan Gubernur Pramono Anung hanya akan memunculkan pemulung-pemulung baru di Jakarta," katanya.
Apalagi, lanjut vIktor, hingga sejauh ini ia melihat Dinas LH masih saja sibuk dengan branding-nya, yaitu Angkat, Buang, Kelola.
"Padahal banyak PR yang harus diselesaikan," tegasnya.
Ia meyakini jika Gubernur Pramono Anung mendirikan BUMD yang khusus menangani sampah, maka persoalan yang satu ini dapat diatasi.
"Kita lihat Transjakarta; dulu transportasi termasuk yang dikeluhkan di Jakarta, tetapi setelah dikelola Transjakarta, saya rasa saat ini pengelolaan transportasi di Jakarta termasuk yang terbaik di Indonesia," kata Viktor.
Ia juga membantah bahwa jika BUMD Sampah itu didirikan, maka akan terjadi swastanisasi sampah.
"Di Transjakarta banyak perusahaan transportasi yang menjadi mitra, di antaranya Mayasari, Bianglala dan PPD, dan tidak terjadi swastanisasi di bidang transportasi. Jadi, kalau skema dan sistem yang diberlakukan di Transjakarta juga diberlakukan di BUMD Sampah, akan selesai masalah sampah di Jakarta. Investor pun akan makin bergairah," kata dia.
Seperti diketahui, hingga kini sampah masih menjadi persoalan di Jakarta, meski masalah ini telah muncul sejak puluhan tahun lalu, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya Jakarta menjadi kota metropolitan.
Pada Minggu (17/5/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Deklarasi ini sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 terkait pemilahan sampah.
"Saya meyakini membangun Jakarta tidak bisa sendiri. Persoalan sampah salah satunya. Maka hari ini, sesuai dengan Instruksi Gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah," kata Pramono dalam sambutannya.
Pramono menyebut, gerakan ini akan dilakukan secara serius, dan dia berharap persoalan sampah dapat segera terselesaikan. (rhm)






