Jakarta, Harian Umum - PT Pertamina (Persero) melaporkan bahwa satu dari dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang sejak 28 Februari lalu tertahan di Teluk Arab, telah dapat melewati Selat Hormuz, Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB.
Kapal tanker dimaksud adalah Kapal Gamsunoro.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keputusan perlintasan Kapal Gamsunoro diambil setelah perusahaan melakukan pembahasan risk assessment yang ketat selama satu bulan terakhir, dan juga koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
"Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat," katanya kepada media di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, agar Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz, ada puluhan persyaratan yang harus dipenuhi.
"Mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," jelas Vega.
Gamsunoro mulai beranjak dari Teluk Arab pada Rabu mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.
Kapal pengangkut minyak itu melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB.
"Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman," kata Vega
Selama proses itu, pergerakan Gamsunoro terus dimonitor. Awak kapal itu juga terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.
Selain itu, kata Vega, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta otoritas terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi secara real time dan memastikan seluruh langkah operasional dilakukan secara hati-hati.
Untuk kapal PIS yang satu lagi, yakni VLCC Pertamina Pride, kata Vega, saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk bergerak dengan tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, dan risiko lainnya serta mempertimbangkan rekomendasi internasional.
"Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk Kapal Gamsunoro. Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” pungkas Vega.
Seperti diketahui, Gamsunoro dan Pertamina Pride tertahan di Teluk Arab karena Selat Hormuz ditutup Iran dan hanya kapal-kapal tanker dari negara sahabat Iran yang boleh melintasi jalur air strategis itu.
Iran sempat membuka selat itu setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Amerika Serikat pada 18 Juni 2026, akan tetapi karena Israel terus menyerang Lebanon sehingga dianggap melanggar nota kesepahaman itu, Iran kembali menutup Selat Hormuz. (man)






