Lampung, Harian Umum - Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Heppy Trenggono mengeritik keras program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah karena dinilai.tidak sesuai dengan profil dan postur bangsa Indonesia.
"BLT itu komunikasi presiden kepada rakyatnya; "Tetaplah miskin. Ini aku kasih sertifikat miskin, namanya BLT," kata Heppy saat menjadi narasumber dalam.acara Lampung Business Series yang diselenggarakan IIBF di Swiss Belhotel, Lampung, Selasa (9/1/2024).
Kata-kata Heppy itu disambut tawa peserta workshop itu, yang jumlahnya mencapai lebih dari 500 orang dan semuanya berstatus pengusaha
Heppy mengingatkan bahwa program BLT tidak sesuai dengan profil bangsa Indonesia, dan juga tdak sesuai dengan postur bangsa Indonesia, karena Indonesia punya sumber daya alam yang sangat kaya,.mulai dari emas, nikel, timah, batubara, gas alam, minyak, dan lain-lain, tetapi semuanya tidak dinikmati bangsa Indonesia, melainkan orang asing.
"Karena itu, masuk tahun 2024 ini penting untuk bertanya kepada diri kita apa yang sesungguhnya terjadi," katanya.
Ia juga mengingatkan kalau pada tahun 2023 lalu anggota IIBF yang mengikuti workshop dapat merasakan betapa susahnya menjalankan usaha.
"Bagi yang tahun lalu marketnya slow down, omsetnya turun, ngacung," pinta Heppy.
Sebagian peserta mengacungkan jari.
Heppy mengakui kalau 2023 merupakan tahun yang cukup berat, sehingga pengusaha fashion yang biasanya panen saat lebaran, stoknya tak jalan.
"Industri makanan juga turun. Setelah lebaran tahun lalu, pengusaha bakso di Solo omsetnya juga turun 20%. Karena sepi pembeli dan rugi, ukuran baksonya diperkecil," katanya.
Heppy meminta peserta workshop agar jangan salah memilih saat Pilpres digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.
"Pilih calon presiden yang akan membawa perubahan," katanya.
Peserta workshop pun menjadi riuh, karena tahu Capres yang mengusung perubahan adalah Capres nomor urut 1 Anies Baswedan.
Untuk diketahui, BLT mulai digelontorkan pemerintah sejak tahun 2005 hingga saat ini. Salah satu jenis bantuan sosial tersebut digelontorkan dengan dalih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada Januari 2024 ini, BLT yang disalurkan adalah Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako.
Selain itu, pemerintah juga akan mendistribusikan Bansos beras sebanyak 10 kilogram/KK hingga Juni 2024. (rhm)







