Jakarta, Harian Umum - Amerika Serikat menyerang pangkalan angkatan udara Suriah dengan menggunakan rudal Tomahawk dari kapal perusak angkatan laut Amerika Serikat, USS Ross dan USS Porter di laut timur Mediterania. Rudal Tomahawk ini pernah digunakan juga sewaktu melawan Irak tahun 1991 yang di pimpin oleh presiden karismatik Saddam Husein.
Rudal-rudal Tomahawk sebanyak 59 buah tersebut ditembakkan dengan targetnya pangkalan angkatan udara Suriah, al-Shayrat di provinsi Hom, Suriah. Amerika Serikat menduga dari pangkalan udara ini militer Suriah membawa gas kimia beracun dengan sasaran penduduk sipil di Idlib.
Mengutip Washington Post, 6 April 2017, Pentagon terakhir kali menembakkan Tomahawk dari Laut Merah yang berada dalam kawasan Yaman pada Oktober tahun lalu. Tomahawk ditembakkan setelah pemberontak Houthi menembakkan rudal-rudalnya ke arah beberapa kapal Amerika Serikat selama beberapa hari.
Pada September 2014, Amerika Serikat menggunakan Tomahawk untuk memperluas serangan udara untuk memberangus milisi dari Irak yang masuk ke Suriah. Pentagon saat itu menembakkan 47 Tomahawk dari dua kapal, yakni USS Phillipine Sea di Teluk Persia dan USS Arleigh Burke di Laut Merah. Milisi Khorasan yang merupakan jaringan al-Qaeda menjadi sasaran Tomahawk ini.
Manfaat terbesar dari penggunaan Tomahawk adalah tidak perlu pilot untuk menyasar target. Dampak ledakan Tomahawk juga lebih kecil dibandingkan bom yang dibawa degan menggunakan pesawat Amerika Serikat. Suriah dianggap sasaran yang terlunak sehingga tidak memerlukan bahan peledak yang sangat besar untuk menghancurkannya.
"Serangan ini merusak atau menghancurkan pesawat tempur Suriah dan infrastruktur pendukung dan perlengkapan di pangkalan udara Shayrat, mengurangi kemampuan pemerintah Suriah untuk membawa senjata kimia," ujar Pentagon dalam pernyataannya mengenai serangan militer ke Suriah kemarin malam.
Satu Rudal Tomahawk Seharga Rp 11 Miliar
Tomahawk menjadi senjata utama militer Amerika Serikat. Harga satu rudal Tomahawk berkisar US$ 832 ribu atau Rp 11,084 miliar dengan kurs Rp 13.300 per dolar.
Para pejabat Amerika Serikat mengatakan 59 rudal Tomahawk telah ditembakkan dalam serangan itu. Secara total, Amerika telah menghabiskan uang sebanyak US$ 49 juta atau sekitar Rp 652,827 miliar setara dengan harga korupsi tanah RS Sumber waras yang dibeli oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Rudal Tomahawk ini diyakini akan menjadi andalan dari setiap agresi militer Amerika terhadap rezim Al-Asaad di masa depan. Alasannya, pesawat tempur Rusia dan roket anti-pesawat sudah ditempatkan di Suriah.
Tomahawk menjadi senjata utama militer Amerika Serikat dengan berbagai alasan. Pertama, rudal ini memiliki jarak jelajah yang jauh mencapai 1.500 mil. Kedua, rudal ini dilengkapi dengan hulu ledak sebesar 1.000 pon atau sekitar 450 kilogram.
Tomahawk ini dapat terbang rendah guna menghindari deteksi radar dan mudah dikendalikan dari jarak jauh karena memiliki sistem navigasi yang canggih.







