Jakarta, Harian Umum - Kader Partai Gerindra yakin Prabowo akan memberlakukan kembali UUD 1945 yang asli setelah dilantik menjadi presiden pada tanggal 20 Oktober 2024.
"Oya, saya pribadi yakin Pak Prabowo akan memberlakukan kembali UUD 1945 yang asli kalau sudah dilantik, karena memberlakukan kembali UUD 1945 yang asli adalah misi Partai Gerindra," kata Munir Arsyad, kader Partai Gerindra tersebut l, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).
Ketika ditanya tentang risiko yang harus diterima, karena jika UUD 1945 yang asli diberlakukan kembali, maka semua produk politik yang dihasilkan berdasarkan UUD yang berlaku saat ini, yakni UUD 2002, akan batal semua, termasuk hasil Pilpres 2024, Munir meyakini Prabowo sudah memperhitungkan semuanya.
"Pak Prabowo itu orang yang jago dalam berstrategi, sama seperti mertuanya, Presiden Soeharto. Jadi, Pak Prabowo tentu sudah memperhitungkan semuanya. Lagipula saat UUD 1945 yang asli kembali diberlakukan, kan Pak Prabowo presidennya," kata dia.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta mencontohkan salah satu strategi yang dilakukan Prabowo, yakni dengan melakukan rekonsiliasi dengan Presiden Jokowi setelah dikalahkan pada Pilpres 2014 dan 2019, dan akhirnya menang di Pilpres 2024 setelah bergabung dengan Jokowi pasca kekalahan di Pilpres 2019.
Munir mengakui, strategi yang dilakoni Prabowo itu bukan hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga mental yang kuat, karena sejak Prabowo bergabung ke. Jokowi, Prabowo dihujat, dicaci maki, dimusuhi dan lain-lain.
"Itu sakit, sangat sakit, tapi Pak Prabowo jalan terus untuk mencapai tujuannya karena Pak Prabowo juga ingin Indonesia menjadi negara besar, menjadi negara yang maju dengan rakyat yang makmur. Pak Prabowo sedih pada kondisi Indonesia sekarang ini," kata Munir.
Ketika ditanya sekali lagi apakah ia yakin bahwa Prabowo akan kembali memberlakukan UUD 1945 yang asli? Munir mengatakan yakin.
"Karena kita lihat bagaimana Indonesia sudah setengah hancur setelah UUD 1945 diandemen. Sebagai orang yang.memiliki jiwa nasionalisme yang tak perlu diragukan, Pak Prabowo tentu tak ingin Indonesia makin hancur," tegas tokoh Betawi ini.
Ketika ditanya apakah Prabowo berani melawan Jokowi? Munir menegaskan bahwa Pak Prabowo berani.
"Di belakang Pak Prabowo itu banyak tokoh, termasuk dari militer, mereka akan mendukung dan membelanya," kata Munir
Ketika dimintai pendapatnya tentang isu yang pernah dilontarkan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie bahwa Jika Prabowo-Gibran dilantik, maka Prabowo hanya akan menjabat selama 2 tahun dan kemudian.digantikan Gibran? Munir tertawa
"Bisa-bisa yang terjadi sebaliknya," kata dia.
Seperti diketahui, setelah UUD 1945 diamandemen sebanyak empat kali pada tahun 1999-2002, lahir UUD baru yang disebut banyak kalangan sebagai UUD 2002, karena amandemen itu mengubah seluruh isi batang tubuh UUD 1945 dan hanya menyisakan pembukaannya.
Penggantian batang tubuh UUD 1945 itu tak hanya mencerabut bangsa Indonesia dari akar budaya dan jati dirinya sebagai orang Timur yang dirumuskan para pendiri bangsa melalui sila-sila dalam Pancasila, tetapi juga mengubah sistem pemerintahan dari sistem demokrasi Pancasila menjadi liberal kapitalis. Sistem itulah yang membuat kondisi Indonesia saat ini menjadi setengah hancur sebagaimana dikatakan Munir.
Sri Bintang Pamungkas mengatakan, konsep UUD 2002 berasal dari Amerika Serikat.
Seperti diketahui, misi Partai Gerindra memang ingin UUD 1945 yang asli, yakni yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, berlaku kembali karena dalam salah satu misinya, Gerindra menyatakan begini:
"Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945".
(rhm)







