Jakarta, Harian Umum - Pegiat medis sosial (netizen) curiga kasus kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, hanyalah rekayasa dengan tujuan tertentu.
Kecurigaan ini muncul karena dinilai terdapat beberapa kejanggalan dalam kejadian tersebut.
"Lokasi Mako Brimob : ada sedikitnya 4 kejanggalan. 1. Ada Bendera Tauhid, 2. Ada HP, 3. Kerusuhan atau Selfie, 4. Sebagian besar menutup wajah," kicau pemilik akun @Cinaisasi seperti dikutip harianumum.com, Minggu (12/11/2017).
Kecurigaan lebih ekstrim disampaikan pemilik akun @localhost911. Pemilik akun itu mengatakan begini; "Ya Mako Brimob Sengaja Di Buat Rusuh Pengalihan Issue.. Supaya AHOK Sipenista Al-Qur'an Bisa Dipindahkan Dgn Alasan Keamanan Maka Ahok Bisa Menjadi Tahanan Rumah. Rusuh Kok Di buat2. Pake Selfie Segala Nih Terorisnya.
Hayoo..Umat Islam, Jgn Terkecoh Dgn Sandiwara Mereka".
Kecurigaan lain didasari fakta bahwa Mako Brimob merupakan salah satu lokasi yang paling tertutup di Indonesia, sehingga tak sembarangan orang dapat masuk ke sana, termasuk wartawan. Namun terkait kejadian tersebut, video saat rusuh terjadi, dapat tersebar luas.
Kecurigaan terkait hal ini diungkap pemilik akun @mang_ulibdg. Kata dia; "Lalu videonya bs tersebar luas?. Mako brimob tdk ketat dlm aturan kl bgitu. Lalu ada selfie2 ???"
"Patut diduga ada rekayasa Utk pengalihan isu," sambut pemilik akun @ArekBoyo45, menanggapi cuitan @mang_ulibdg.
Seperti diketahui, pada Jumat (10/11/2017) sore Rutan Mako Brimob rusuh. Menurut informasi yang beredar di Medsos, kerusuhan pecah karena Sipir dan aparat Densus 88 yang sedang piket membuang dan menginjak-injak Al Qur'an serta kitab milik tahanan kasus tindak pidana terorisme.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun sejumlah fasilitas Rutan, termasuk jendela, rusak.
Namun Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto, membantah kalau penyebab kerusuhan adalah tindakan yang tak pantas terhadap Al Qur'an.
Ia mengatakan, rusuh terjadi karena ada tahanan kasus terorisme yang tidak terima ruang tahanannya digeledah dan melakukan provokasi.
"Tidak benar ada pelemparan Al Qur'an," katanya.
Seiring dengan merebaknya informasi kasus rusuh itu, di Medsos juga beredar sejumlah foto yang di antaranya memperlihatkan sekelompok orang yang berfoto bersama dengan di antaranya ada yang menggunakan penutup wajah dan membentangkan bendera Tauhid. (rhm)







