Tangerang, Harian Umum - Jumlah penderita difteri dikabupaten Tangerang terus bertambah setidaknya ada penderita penyakit di enam kecamatan kini menjadi delapan kecamatan.
"Dari 23 menjadi 26 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti Senin, 11 Desember 2017.
Desiriana berharap, dalam program program ORI (outbreak response immunization) yang berlangsung hari ini, Senin 11 Desember 2017, masyarakat secara sadar mau datang ke Puskesmas dan Posyandu untuk melakukan imunisasi atau vaksin Difteri. "Gratis."
Pemerintah menggelar imunisasi difteri serentak hari ini di 12 Kota di tiga provinsi yang meliputi Banten, Jakarta dan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Tangerang.
Untuk penanggulangan dan pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah melakukan imunisasi anti difteri secara lengkap dan menyeluruh tanpa batasan usia di wilayah yang ditemukan kasus tersebut. Desiriana mengimbau masyarakat agar tidak menolak anaknya untuk diimunisasi.
"Kasus terjadi di Kecamatan Kosambi, Teluk Naga, Kresek, Rajeg, Curug, Kelapa Dua, Balaraja dan Cisoka," ucap Desiriana.
Hingga Agustus-Desember RSUD Kabupaten Tangerang telah merawat 35 pasien Difteri, empat diantaranya meninggal dunia.
Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Corynebacterium diptheriae.
Difteri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam yang tidak begitu tinggi, 38 Celcius, munculnya pseudomembran / selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan, sakit waktu menelan, kadang2 disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck. Adakalanya disertai sesak napas dan / suara mengorok.(tqn)







