Jakarta, Harian Umum- Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto memprediksi Sukmawati Soekarnoputri akan bernasib seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berakhir di penjara karena kasus penistaan agama Islam.
"Sukmawati sudah meminta maaf, tapi dia sudah dilaporkan banyak orang dan Bareskrim juga sudah didemo umat Islam agar segera memproses kasusnya. Jadi, sepertinya nasib Sukmawati akan sama seperti Ahok," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Jumat (6/4/2018).
Aktivis yang akrab disapa SGY ini mengakui, puisi yang dibuat Sukmawati yang berjudul 'Ibu Indonesia' dan yang membuatnya terjerat kasus penistaan agama, memang tidak elok karena membandingkan cadar dengan konde, dan menyebut senandung Ibu Indonesia lebih merdu dari suara adzan.
"Saya tak habis pikir bagaimana dia bisa membandingkan cadar dan adzan dengan cara seperti itu, sementara Indonesia merupakan negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, dan di negara ini umat Islam merupakan mayoritas, dan dia pun mengaku beragama Islam," imbuh SGY.
Aktivis yang juga wakil ketua DPW PAN DKI Jakarta ini pun mengimbau agar Sukmawati bertanggung jawab dan menghadapi kasusnya dengan lapang dada, karena ini merupakan risiko dari sikapnya yang cenderung anti-Islam.
"Sejumlah pakar telah menganalisa kalau puisinya itu memenuhi unsur SARA berupa penistaan agama sebagaimana diatur pada pasal 156a KUHP. Jadi, kalau Sukmawati bersikeras tidak bermaksud menistakan Islam, buktikan hal itu nanti di pengadilan," pungkasnya.
Seperti diketahui, Ahok divonis 2 tahun penjara karena dinyatakan pengadilan terbukti melanggar pasal 156a KUHP karena menyebut kalimat "Dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51" saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.
Kasus ini sempat membuat umat Islam yang dimotori GNPF-MUI melakukan Aksi Bela Islam (ABI) berkali-kali karena meski dilaporkan oleh sekitar sembilan pihak, Bareskrim tak juga memproses kasus ini, dan Ahok pun selalu menyangkal telah menistakan agama Islam.
Ending dari kasus ini adalah, akhirnya Ahok divonis 2 tahun penjara, dan sempat ingin mengajukan banding, namun dibatalkan. Ia lakukan itu karena tak ingin menjalani proses yang panjang untuk mencapai putusan inkracht, karena jika banding ditolak, ia mau tak mau harus memgajukan kasasi ke MA dan jika ditolak lagi mengajukan peninjauan kembali (PK).
Optimis bakal bebas, Ahok potong kompas dengan langsung mengajukan PK, namun sialnya PK ini pun ditolak MA.
Ada sedikit kesamaan dalam kasus Ahok dan Sukmawati, yakni dilaporkan banyak pihak dan Bareskrim didemo agar kasusnya cepat diproses.
Demo yang dimotori Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini selain dipicu kekhawatiran kalau kasus ini takkan ditangani serius karena Sukmawati merupakan pendukung pemerintah, juga karena Polda Metro Jaya sempat memberikan sinyal agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, tidak melalui jalur pengadilan.
Sukmawati membacakan puisi 'Ibu Indonesia' dalam acara Indonesia Fashion Week 2018 yang digelar di JCC, Jakarta, dan video pembacaan puisi itu diupload ke YouTube dan sempat viral di media sosial.
Beginilah puisi karya Sukmawati yang bikin heboh itu:
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
(rhm)







