Jakarta, Harian Umum - Lembaga Survei Indo Barometer pada Kamis, (15/02/2018) merilis hasil survey siapa calon kuat kandidat penantang Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masuk dalam jajaran Calon Wakil Presiden (Cawapres).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki tingkat keterpilihan 12,1 persen, sedangkan Jokowi 49,9 persen.
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan Anies Baswedan berpeluang menjadi penantang kuat Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.
Menurut dia, peluang itu ada jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tak maju jadi calon presiden. “Jika nama Prabowo tidak masuk, Anies Baswedan bisa jadi kuda hitam, melawan Jokowi dalam pilpres mendatang,” ujar Qodari di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.
Qodari menjelaskan, jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mampu mendongkrak elektabilitasnya dalam pencalonan presiden. Dia mengatakan salah satu kebijakan yang mendongkrak popularitasnya adalah rumah DP Rp 0.
Program DP Rp 0 milik Anies Baswedan dapat mengalahkan Prabowo pada angka survei dalam kompetensi mengatasi masalah rumah terjangkau. Sebanyak 9,4 persen responden menganggap Anies dapat menyelesaikan masalah perumahan. “Sedangkan Prabowo hanya 8,1 persen,” ucap Qodari.
Saat dikonfirmasi Anies masih enggan menanggapi hasil survei tersebut. "Enggak!" singkat Anies sambil mengeleng geleng kepala, saat menghadiri Vihara Dharma Bakti di Pecinaan, Jakarta Barat, Jumat, (16/2/2018).
Untuk diketahui, survei yang dilakukan Indo Barometer dilaksanakan pada 23-30 Januari 2018 di 34 provinsi. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.
Berikut nama-nama cawapres yang versi Indo Barometer:
1. Anies Baswedan 10,0%
2. Gatot Nurmantyo 9,0%
3. Agus Harimurti Yudhoyono 8,7%
4. Ridwan Kamil 6,7%
5. Agum Gumelar 2,5%
6. Sri Mulyani 1,8%
7. Tito Karnavian 1,5%
8. Muhaimin Iskandar 0,9%
9. Budi Gunawan 0,4%
10. Zulkifli Hasan 0,3%
11. Sohibul Iman 0,3%
12. Airlangga Hartarto 0,3%
13. Moeldoko 0,1%
(tqn)







