Jakarta, Harian Umum- Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Sugiyanto, mengatakan, fraksi-fraksi pendukung mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di DPRD DKI takkan mampu mendongkel Anies-Sandi dari kursi DKI 1 dan 2, meski mereka tak hanya menggunakan hak interpelasi, tapi juga hak angket dan hak menyatakan pendapat.
"Pasal 12 ayat (2) Peraturan DPRD DKI Jakarta No 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib (Tatib) Dewan, menetapkan, penggunaan hak interpelasi atau hak meminta keterangan kepada gubernur, dapat diusulkan paling sedikit oleh 15 anggota Dewan dan lebih dari satu fraksi," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Maka, lanjut dia, jika Fraksi PDIP dan NasDem mengusulkan penggunaan hak ini, maka Anies dapat diinterpelasi.
"Jadi, menurut saya, sebaiknya biarkan saja DPRD menggunakan hak ini, karena toh penggunaan hak ini hanya untuk meminta keterangan atas persoalan-persoalan yang menurut fraksi-fraksi itu perlu dijelaskan, dan tidak membahayakan posisi Anies-Sandi sebagai gubernur dan Wagub DKI periode 2017-2022," imbuhnya.
Yang perlu diwaspadai, lanjut politisi yang juga mantan Presidium Relawan Anies-Sandi (PRAS) ini, jika penggunaan hak interpelasi berlanjut pada penggunaan hak angket dan kemudian hak menyatakan pendapat, karena penggunaan hak yang ketiga tersebut dapat berujung pada pemakzulan Anies-Sandi.
"Tapi saya yakin fraksi-fraksi itu akan terhenti pada penggunaan hak interpelasi, karena meski dalam Tatib Dewan disebutkan bahwa penggunaan hak angket diusulkan paling sedikit oleh 15 anggota DPRD dan lebih dari satu fraksi, namun sidang paripurna pengusulan penggunaan hak ini harus dihadiri minimal oleh 3/4 anggota Dewan, atau 79 dari 106 anggota DPRD," imbuhnya.
Seperti diketahui, saat Pilkada DKI 2017 lalu, partai-partai pendukung pasangan Ahok-Djarot yang memiliki perwakilan di DPRD DKI Jakarta (fraksi) adalah PDIP, NasDem, Hanura, PPP, Golkar dan PKB.
Sugiyanto mengkalkulasi, jika fraksi-fraksi itu kembali bersatu untuk menggunakan hak angket, plus Fraksi Demokrat yang bersikap netral saat Pilkada DKI, maka sesuai total kursi yang dimiliki ketujuh fraksi itu, anggota DPRD yang menghadiri sidang paripurna dari fraksi-fraksi tersebut sebanyak 78 orang.
"Jumlah ini kurang, sehingga untuk memenuhi persyaratan, tak menutup kemungkinan fraksi-fraksi itu akan melobi PAN yang punya dua kursi," imbuh Sugiyanto.
Pria berkacamata yang akrab disapa SGY itu meyakini fraksi-fraksi itu takkan Melobi Fraksi PKS yang punya 11 kursi dan Fraksi Gerindra yang punya 15 kursi, karena takkan berhasil.
"Jadi, posisi Fraksi PAN dalam masalah ini adalah kunci. Meski hanya punya dua kursi, fraksi ini dapat menjadi penentu apakah Anies-Sandi tetap sebagai DKI 1 dan 2, atau dimakzilkan," tegas SGY.
Meski demikian Sugiyanto meyakinj kalau partainya takkan mengambil peran untuk mendongkel Anies-Sandi dari jabatannya saat ini karena menilai Anies-Sandi telah bekerja bagus dalam 100 hari pemerintahannya, karena Anies-Sandi bahkan telah memenuhi beberapa janji kampanyenya.
"PAN mendukung penuh visi Anies-Sandi untuk memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya," tegas SGY.
Ia pun memyarankan agar Anies-Sandi menjaga hubungan baik dengan PAN, karena di putaran II Pilkada DKI 2017, PAN berkoalisi dengan PKS dan Gerindra untuk memenangkan dirinya. (rhm)







