Jakarta, Harian Umum - Informasi mengejutkan diungkap analis independen Ryan Rozbani melalui akun X-nya, @RyanRozbiani.
Ia menyebut kalau sejak 7 April 2026, Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan pasukan satu unit pasukan terjun payungnya ke Israel untuk melakukan operasi gabungan dengan pasukan tentara Zionis itu dengan misi merebut Pulau Kharg, pulau yang menjadi sumber utama minyak Iran, dan sebagian wilayah pantai Iran.
Sampai sekarang, pasukan AS itu belum bergerak karena masih menunggu perintah untuk melakukan misi.
Berikut informasi yang disampaikan Ryan di akun X-nya, dikutip Rabu (10/6/2026):
'BOCOR: Pasukan Parasut AS Diam-diam Ditempatkan di Israel untuk MENYERANG Iran.
Pentagon memberi tahu publik bahwa Divisi Lintas Udara ke-82 akan dikirim ke "Timur Tengah". Mereka tidak menyebutkan ke mana. Perintah pengerahan yang diperoleh Ken Klippenstein menyebutkan ISRAEL. Ini adalah pasukan elit yang dilatih untuk terjun payung ke wilayah musuh.
Mereka dikirim pada 7 April di bawah perintah "tugas sementara" yang dirahasiakan. Rencana yang terkait dengan mereka: operasi gabungan AS-Israel untuk merebut PULAU KHARG, pusat minyak utama Iran, dan merebut sebagian wilayah PANTAI Iran.
Mengapa Israel dan bukan pangkalan di Teluk? Karena meluncurkan dari negara Teluk berarti meminta IZIN dari pemerintah tersebut, dan tidak ada negara Arab yang ingin tertangkap membantu menyerang Iran.
Dari Israel, AS tidak meminta izin kepada SIAPA PUN.
Salah satu unit tersebut kini telah diam-diam berada di Israel selama DUA BULAN. Ditempatkan. Menunggu. Tidak ada yang membicarakannya". (man)







