Teheran, Harian Umum - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin sengit. Kedua belah pihak bahkan sedang berupaya saling melumpuhkan dengan menghancurkan aset-aset dan fasilitas penting pendukung perang ini.
Fars melaporkan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menghancurkan 10 Drone MQ-9 Reaper dan dua helikopter angkut berat milik AS yang berada di pangkalan militer AS di Yordania.
'Dalam sebuah pernyataan Rabu, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC mengatakan bahwa Angkatan Udara IRGC terhadap menyerang pangkalan King Faisal dan Pangeran Hassan di Yordania," kata Fars dikutip Kamis (23/7/2026).
Pernyataan itu menegaskan, serangan dengan rudal dan drone itu menghancurkan hanggar persiapan pesawat F-15, dan hanggar persiapan drone.
"Delapan drone MQ-9 baru, yang masih tersegel dalam kontainer pengiriman sebelum perakitan dan persiapan, hancur total," kata Fars mengutip keterangan Kantor Humas IRGC.
Dengan hancurnya kedelapan drone tu, maka sejauh ini telah 10 drone MQ-9 yang dihancurkan Iran.
"Kantor Humas IRGC juga mengatakan bahwa serangan itu juga menewaskan dan melukai sejumlah personel militer AS," imbuh Fars.
IRGC menekankan bahwa operasi hukuman terhadap AS yang dicapnya sebagai agresor, akan terus berlanjut, kecuali jika AS mendapat hukuman setimpal dan dipaksa membayar harga yang mahal karena melanggar nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni 2026.
"Mereka akan berasumsi bahwa mereka dapat memulai kembali perang kapanpun mereka mau dan mengakhirinya kapanpun mereka berada di bawah tekanan, sehingga mengulangi siklus perang, negosiasi, dan perang lagi sambil terus menjaga ancaman konflik tetap menggantung di atas Iran. Karenanya, tidak ada cara untuk secara permanen menghilangkan ancaman perang dari negara itu selain dengan bersikap tegas dan memberikan harga yang mahal kepadanya," imbuh kantor Humas IRGC.
Iran bahkan bahkan mengancam akan membuat AS menyesal jika terus menyerang negaranya.
"Jika respon saat ini tidak terbukti cukup dan serangan terus berlanjut, Iran siap untuk meluncurkan "operasi yang menimbulkan penyesalan" yang akan mengakibatkan deklarasi berkabung nasional di Amerika Serikat," tegasnya.
Pembangkit listrik jadi target
Sementara itu, serangan hari ke-12 AS pada Rabu kemarin yang menargetkan tiga provinsi di Iran, yakni Hormozgan, Bushehr, dan Khuzestan, juga menargetkan proyek pembangunan pembangkit listrik.
"Gubernur Provinsi Bushehr melaporkan, sebuah rudal telah menghantam pembangkit listrik di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di selatan negara itu," kata pemilik akun X @RyanRozbiani.
Serangan ini membuat IRGC membidik fasilitas yang sama di UEA, Arab Saudi, dan Qatar, karena digunakan tentara AS.
"Fars News mengumumkan bahwa Iran berencana menargetkan beberapa pembangkit listrik yang digunakan oleh militer AS," kata akun X @IranObserver0 .
Berikut empat pembangkit listrik yang menjadi target:
1. Pembangkit Listrik Taweelah milik UEA untuk Pangkalan Udara Al Dhafra
2. Pembangkit Listrik Dewa milik UEA untuk Pangkalan Udara Minhab
3. Pembangkit Listrik Ras Laffan milik Qatar untuk Pangkalan Udara Al Udeid
4. Pembangkit Listrik Riyadh milik Arab Saudi untuk Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Di sisi lain, akun X @tvir_X melaporkan bahwa Iran telah menghancurkan fasilitas penting AS yang selama ini melindungi Israel dengan peringatan dini akan datangnya rudal dan drone Iran.
Fasilitas dimaksud adalah radar utama AS dengan jangkauan deteksi 2.000 - 3.000 kilometer.
"Iran telah menghancurkan penjaga wilayah udara utama Israel... Iran menargetkan dan menghancurkan radar utama AS di wilayah tersebut, dengan jangkauan deteksi 2.000–3.000 km, salah satu aset penting yang melindungi Israel dengan memberikan peringatan dini terhadap rudal dan drone!," katanya.
@IRGC_IRAN_NEWS melaporkan kalau radar itu berada di Kuwait, dan dengan hancurnya radar tersebut, maka AS akan makin sulit mencegat rudal Iran.
"BERITA TERKINI: Iran telah menghancurkan radar jarak jauh Amerika lainnya di Kuwait yang sangat penting untuk pertahanan rudal regionalnya. Semakin sulit bagi AS untuk mencegat rudal Iran," kata akun X itu. (man)







