Jakarta, Harian Umum - Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, mengaku telah lebih dulu mendapat informasi tentang tiga keinginan Presiden Jokowi terkait Pemilu 2024 dibanding Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto.
Ketiga keinginan Jokowi itu adalah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, PSI masuk Parlemen, dan perolehan suara PDIP turun.
"Sebelum Andi Widjoyanto mengungkap ke publik, saya sudah dapat info tentang 3 keinginan Presiden Jokowi terkait Pemilu 2024 ini," kata Henri melalui akun X-nya, @henrysubiakto, seperti dikutip Kamis (7/3/2024).
Mantan staf ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu mengaku kalau ia sudah mendapat informasi itu pada awal Januari 2024, tetapi kala itu ia masih ragu apakah mungkin Jokowi mewujudkan tiga keinginan politiknya itu.
"Namun, dengan berjalannya waktu, dan melihat proses yang terjadi dengan berbagai keanehan selama Pemilu 2024, nampaknya apa yg sudah direncanakan dan dinginkan Jokowi tersebut tidak terbendung," sambungnya.
Menurut Henry, hal ini terjadi antara karena partai politik yang pragmatis, dan ia bahkan mengakui kalau apa yang dikatakan dalam film dokumenter Dirty Vote adalah benar adanya.
"Partai politik yang pragmatis, dengan para politisinya yang tersandera, ditambah aparat dan masyarakat yang permisif, telah menguatkan berbagai penyimpangan menuju terwujudnya 3 keinginan itu. Bocoran Mas Andi Wijayanto jadi terasa benar 100%. Tak terbantahkan, bahwa semua siasat telah direncanakan dengan rapi sebagaimana yang diungkap film Dirty Vote," katanya.
Sebelumnya, pada Februari 2024 lalu, dalam Podcast Political Show CNN Indonesia, Andi membeberkan tiga hal yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo kepadanya terkait Pemilu 2024.
Andi menyebut Jokowi menyampaikan bahwa Prabowo Subianto pasti menang di Pilpres kali ini.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan PSI akan lolos ke DPR dan suara PDIP turun di Pemilu legislatif.
Andi mengatakan ketiga hal itu disampaikan Jokowi dua hari sebelum anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dideklarasikan sebagai Cawapres Prabowo.
"Kira-kira, Prabowo pasti menang, lalu PSI akan masuk Parlemen, lalu yang nomor 3 suara PDI Perjuangan akan turun," kata Andi.
Mantan Gubernur Lemhanas ini mengaku kalau dia tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan Jokowi soal Prabowo akan menang Pilpres dan PSI masuk Parlemen, tetapi dia mengaku kaget dengan pernyataan Jokowi yang menyebut bahwa suara PDIP akan turun.
"Ketika Pak Jokowi mengatakan suara PDI Perjuangan turun, di situ saya masalah karena Pak Jokowi masih berstatus kader PDIP," katanya.
Namun, Andi mengaku kalau saat itu dia hanya diam mendengar pernyataan tersebut, tetapi dalam hati dia mengatakan; "Loh, Bapak masih kader, kenapa membuat rencana untuk menurunkan suara partai sendiri?"
"Saya diam saja, mendengar, selesai, saya pulang cenderung tidak mengatakan apa-apa," imbuh Andi.
Untuk diketahui, Andi merupakan salah satu "orang Jokowi". Dia pernah menjadi Deputi Tim Transisi Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) setelah Pilpres 2014, dan dia juga pernah menjabat Sekretaris Kabinet. (man)







