Jakarta, Harian Umum - PAM Jaya mulai hari ini sah jadi salah satu perusahaan umum wilayah yang mengurus dan layani air bersih di DKI Jakarta. Hal tersebut diwujudkan sesudah usainya kontrak bersama dengan partner swastanya, yakni AETRA dan Palyja, Kamis (2/2) Pagi barusan.
Untuk menyambut itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mendatangi langsung Coffee Morning Day 1 PAM Jaya di IPA Buaran, Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur.
"Ini hari (PAM Jaya) menggantikan 100 % aktivitas dan operasionalisasi untuk dapat memberi servis yang terbaik ke warga berkaitan air bersih dan ketersediaannya," tutur Heru dalam sambutannya, Kamis (2/1).
Dalam peluang itu, eks Wali Kota Jakarta Utara itu minta supaya proses peralihan dari usainya kontrak pengendalian air bersih di Jakarta dengan partner swasta jangan membuat pelayanan jadi terganggu.
"Dan kenaikan servis air baku (terus jalan). Terima kasih ke Pak Kapolda, Pak Pangdam, dan Pak Wali yang sudah membawa proses ini sampai ini hari," pesannya.
Sementara itu, Direktur Khusus PAM Jaya Arief Nasrudin menerangkan, sepanjang setahun ke belakang PAM Jaya sudah melakukan proses peralihan dan alih bentuk menjelang putus kontrak dengan AETRA dan Palyja. Dengan demikian, dia memperjelas siap melakukan pesan Heru Budi di atas.
Alhamdulillah transfer knowledge-nya tanpa diimbangi ada penghentian jalinan kerja di ke-2 partner. Dan kami tarik, hingga secara automatis transfer knowledge dan orangnya telah ada. Itu salah satunya inovasi 6 bulan awalnya karena telah dipersiapkan," terang Arief.
Disamping itu, PAM JAYA memiliki komitmen untuk memberi servis yang lebih bagus kembali. Apa lagi, PAM JAYA menarget 100 % lingkup servis pada 2030, sebagai realisasi pemberian kedaulatan air untuk semua masyarakat Jakarta tanpa kecuali.
"Untuk capai 100 % lingkup servis, PAM JAYA memerlukan tambahan supply air sejumlah 11.150 liter per detik dan pipa sejauh 4.000 km. Kenaikan akses pada air minum perpipaan searah dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6.1, yaitu capai akses universal dan rata pada air minum yang aman dan dapat dijangkau untuk semua," lebih Arief.
Disamping itu, operasional PAM JAYA sudah berjalan mulus dengan mekanisme data terintegrasi. Meskipun begitu, pembaruan terus akan dilaksanakan, khususnya secara proses digitalisasi. "Kami akan selekasnya kerjakan pemutakhiran data dan konsumen setia tak perlu risau, karena semua masih tetap jalan seperti umumnya. Dan kami perkokoh dengan layanan online yang kelak bisa bisa lebih cepat kembali terlayani, berkaitan protes, kendala, dan ikatan baru," sambungnya.
PAM JAYA sekarang ini sudah pastikan lima komponen penting sudah tercukupi atau ada, yaitu susunan organisasi full operation yang menampung pegawai partner terhitung status dan kedudukan, Sumber Daya Manusia (SDM) secara kuantitatif (jumlah) dan kualitatif (kapabilitas) yang siap untuk jalankan operasionalisasi penuh, proses usaha pengendalian Mekanisme Pengendalian Air Minum (SPAM) yang hendak digerakkan, mekanisme dan program yang siap dipakai untuk operasionalisasi penuh, dan alat dan material pendukung operasional dan servis.
"PAM JAYA sudah pastikan persiapan 5M, yaitu persiapan SDM (Man), persiapan material dan alat kerja (Material), persiapan mekanisme dan program (Machine), persiapan operasi, dan servis (Metode), dan persiapan bujet (Money)," ungkapkan Arief.
PAM JAYA sudah membuat Team Bersama yang terdiri dari 16 team dari PAM JAYA, Palyja, dan Aetra, dalam jumlah 238 orang. Team Bersama itu sudah lakukan kick-off bersama, selanjutnya diteruskan dengan gladi bersih operasional penuh sepanjang sepuluh hari di 120 lokasi, sampai peninjauan final yang sudah dilakukan bersama stakeholder perusahaan.







