Teheran, Harian Umum - Iran mengerahkan "pasukan lumba-lumba" untuk menghadapi serangan kapal-kapal Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Pasukan itu berupa kapal selam ringan yang didesain mirip ikan lumba-lumba, dan dikenal sebagai "Lumba-lumba Teluk Persia".
Kapal selam berbentuk lumba-lumba itu murni desain dalam negeri Iran sendiri.
"Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, mengatakan pasukannya telah mengerahkan kapal selam ringan buatan dalam negeri, yang dikenal sebagai "lumba-lumba Teluk Persia" di Selat Hormuz untuk menghadapi kapal-kapal angkatan laut musuh," demikian dilansir Tasnim News Agency, Minggu (10/5/2026).
Irani bahkan mengatakan bahwa kapal selam ringan buatan Iran tersebut sedang diperluas dan diposisikan di dasar laut di perairan Selat Hormuz sesuai dengan ancaman, kemampuan, dan kebutuhan operasional yang ada.
"Ia mengatakan kapal selam tersebut mampu tetap berada di dasar laut untuk jangka waktu yang lama di perairan strategis Selat Hormuz, sambil melacak dan menghancurkan kapal-kapal musuh," imbuh Tasnim.
Menurut komandan Angkatan Laut itu, kapal selam ringan tersebut umumnya disebut oleh para perwira dan personel angkatan laut sebagai "Lumba-lumba Teluk Persia."
Ia mencatat bahwa kapal selam ringan tersebut muncul di Selat Hormuz selama operasi yang digelar untuk menghormati dan mengenang para martir kapal perusak Dena yang dibom AS di Laut Hindia setelah mengikuti acara di India, untuk menunjukkan kekuatan pertahanan maritim Iran.
"Ia menambahkan bahwa setelah melakukan beberapa manuver formasi, kapal selam tersebut kembali ke dasar laut untuk melanjutkan misi yang telah ditentukan," pungkas Tasnim.
Sebelumnya, media-media barat, seperti CNN dan CNBC melaporkan bahwa Iran mengerahkan "lumba-lumba kamikaze" untuk menghadapi pasuka AS di Selat Hormuz, akan tetapi pengerahan itu dianggap spekulatif. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahkan mengatakan bahwa tidak ada bukti Iran memiliki program lumba-lumba militer yang aktif.
Iran sendiri pada tahun 2000 pernah dilaporkan membeli lumba-lumba terlatih dari Rusia. Namun, karena pembelian hewan-hewan itu dianggap telah terlalu lama, maka kemungkinan hewan-hewan itu sudah terlalu tua untuk digunakan pada saat ini.
Namun, dari penjelasan Irani diketahui bahwa lumba-lumba dimaksud adalah kapal selam mini, dan konon, sebagai kapal selam, Lumba-lumba Persia juga dilengkapi senjata tempur canggih, termasuk rudal balistik. (man)







