Teheran, Harian Umum - Kementerian Intelijen Iran kembali membongkar adanya jaringan mata-mata dan warga negaranya yang berkhianat.
Dikutip dari kantor berita Iran, Fars, Senin (11/5/2026), Kementerian itu pada Minggu (10/5/2026) mengumumkan bahwa oihaknya menangkap sejumlah pelaku dari dua sel operasional yang berafiliasi dengan Mossad, badan intelijen Israel, dan menangkap seorang warga Iran yang mencuri data dari situs militer Iran dan mencoba mentransfer informasi rahasia tersebut ke luar negeri, diduga ke Israel.
"Mereka semua ditangkap di enam provinsi. Satu di antaranya tewas dalam konfrontasi bersenjata," kata Fars.
Kementerian menjelasskan, tim operasional yang pertama beranggotakan empat orang, ditangkap di Provinsi Azerbaijan Barat. Tim ini sedang bersiap untuk melakukan operasi teroris di provinsi tersebut dan di Teheran.
"Tim itu telah diidentifikasi dan dibubarkan sebelum melakukan tindakan apa pun," kata Kementerian.
Tim tersebut diketahui telah menerima pembayaran dari Mossad yang dibayarkan dalam beberapa tahap. Targetnya adalah melakukan serangan terhadap pusat-pusat sensitif, fasilitas pemerintah, dan pembunuhan seorang individu di Teheran.
Selama operasi penangkapan, para tersangka melakukan perlawanan bersenjata, yang menyebabkan kematian seorang tentara bayaran dan penangkapan tiga lainnya.
Tim kedua yang terafiliasi dengan Mossad, ditangkap di provinsi Kerman dan Alborz. Tim ini masih dalam fase pengintaian perencanaan aksi teroris terhadap personel militer Iran. Sejumlah besar senjata dan peralatan mata-mata ditemukan di tempat persembunyian mereka.
Sayang, Kementerian Intelijen Iran tidak menyebut jumlah mereka.
Warga Iran yang berkhianat untuk kepentingan Israel ditangkap setelah diintai Departemen Intelijen Umum Provinsi Qazvin. Dia mencuri data dari situs militer dan berniat mengekspor informasi rahasia tersebut ke luar negeri.
"Dia diidentifikasi dan ditangkap di salah satu perbatasan utara Iran. Individu pengkhianat ini, yang memiliki akses ke perangkat penyimpanan dari pusat-pusat militer tertentu, bermaksud mentransfer informasi tersebut ke dinas intelijen asing, tetapi tindakan pengkhianatannya digagalkan," kata Fars mengutip Kementerian.
Sayang, Kementerian juga tidak merilis identitas pengkhianat ini. (man)






