Jakarta, Harian Umum - Pelapor Rismon Sianipar, Irwan Arya, Senin (11/5/2026), memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi pelapor.
Irwan yang mantan ketua DPRD Morowali, melaporkan Rismon pada tanggal 24 April 2026, karena merasa ditipu oleh pakar digital forensik itu melalui buku yang ditulisnya yang berjudul Gibran End Game.
Irwan merasa ditipu karena setelah mengajukan restoratif justice (RJ) dan kemudian bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, pada tanggal 13 Maret, Rismon mengatakan bahwa isi buku itu yang menyebutkan bahwa Gibran tidak lulus SMA, tidak benar dan buku itu akan ditarik dari peredaran.
Padahal, Irwan telah membeli 60 buku itu untuk dibagi-bagikan ke masyarakat.
Irwan datang ke Polda dengan didampingi 11 pengacara yang tergabung dalam Tim Hukum Pembela Kebenaran dan Keadilan.
Pakar telematika yang juga tersangka kasus ijazah Jokowi, yakni Roy Suryo, ikut hadir sebagai saksi, karena Roy pernah diangkat Rismon sebagai Brand Ambassador untuk manajemen buku Gibran End Game.
"Saya merasa ditipu dan dirugikan karena membeli buku itu, makanya saya melapor," kata Irwan kepada media.
Ia menegaskan bahwa ia akan selalu membongkar kebenaran, dan berjanji tidak akan melakukan RJ meski apapun yang terjadi dalam kasus yang dilaporkannya ini.
"Saya tidak akan RJ, apapun yang terjadi," katanya.
Abdul Ghofur Sangaji, salah satu kuasa hukum Irwan, mengatakan bahwa dalam pemeriksaan ini, pihaknya membawa barang bukti berupa buku Gibran End Game yang dibeli kliennya, tangkapan layar dari media sosial pernyataan Rismon terkait buku Gibran End Game, transfer uang pembelian buku itu melalui BCA sebesar Rp 6.025.000, dan video pernyataan Rismon yang kontradiktif tentang bukunya itu.
"Jadi, hari ini klien kami datang untuk memenuhi kewajibannya sebagai pelapor sebagaimana panggilan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata dia.
Ghofur mengakui sebelum Rismon mengajukan RJ ke Jokowi dengan setelah memgajukan RJ, berbeda.
"Bahkan kami mendapat info bahwa saat Rismon bertemu Jokowi, ada kesepakatan untuk menarik buku Gibran End Game dan Jokowi's White Paper," katanya.
Ghofur juga mengatakan bahwa pelapor Rismon kemungkinan akan bertambah, karena ada pembeli buku Gibran End Game yang juga merasa tertipu, dan akan melapor. (rhm)







