Jakarta, Harian Umum - Presiden AS Donald Trump menuntut Iran "menyerah tanpa syarat", dan memastikan bahwa perang akan berakhir ketika para pemimpin Teheran "menyerah" atau militer mereka tidak lagi berfungsi.
Hal itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social-nya, dan diposting setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa beberapa negara telah memulai “upaya mediasi" dengan pihaknya, namun tidak menjelaskan siapa saja yang terlibat mediasi itu.
“tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT!” kata Trump.
Masoud Pezeshkian merespon pernyataan Trump itu melalui pesan video yang dirilis pada Sabtu (7/3/2026) waktu Timur Tengah. Dalam video itu Pezeshkian menyampaikan terima kasih kepada rakyat Iran yang mulia, dan mendesak agar semua perbedaan yang ada harus dikesampingkan karena negara mereka sedang menghadapi perang agresi tanpa provokasi oleh AS dan rezim Zionis.
Ia juga menyerukan bahwa semua warga Iran harus bersatu untuk membela Tanah Air mereka, dan menegaskan komitmen untuk tetap teguh sampai Iran keluar dari krisis ini dengan bermartabat.
"Gagasan penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus dikubur oleh musuh-musuh Iran. Iran patuh terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan fundamental, menegaskan bahwa hal-hal ini harus dihormati oleh semua bangsa," tegasnya.
Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang telah diserang oleh Iran. Ia menjelaskan bahwa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta banyak komandan militer dan rakyat biasa telah gugur sebagai martir akibat agresi brutal AS-Israel, dan mencatat bahwa ketika para komandan tidak hadir, Angkatan Bersenjata yang gagah berani bertindak tegas untuk membela Tanah Air dengan penuh kehormatan.
"Kami tidak berniat menyerang negara-negara tetangga, karena kamu menganggap mereka saudara. Kami bahkan menyerukan kerja sama untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini (Kawasan Teluk, red)," katanya.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan yang sama.
"IRGC mengatakan Iran dapat berperang secara intensif melawan Israel dan AS selama 6 bulan, dengan kecepatan seperti saat ini," kata Juru Bicara IRGC Ali Mohammad Naini, dikutip Al Jazeera dari berita Fars.
Naini mengatakan Iran sejauh ini telah menggunakan rudal "generasi pertama dan kedua", tetapi akan menggunakan "rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan" dalam beberapa hari mendatang. (rhm)







