Teheran, Harian Umum - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pihaknya akan mengintensifkan upaya untuk mengejar dan melenyapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia masih hidup.
Dikutip dari Tasnim News Agency, Senin (16/3/2026), dalam sebuah pernyataan yang dirilis Minggu (15/3/2026), IRGC mengatakan bahwa nasib yang tidak pasti dari Netanyahu tersebut dan kemungkinan kematiannya atau pelarian keluarganya dari wilayah pendudukan, menyoroti krisis dan ketidakstabilan yang sedang berlangsung di antara kaum Zionis.
"IRGC menekankan bahwa jika "pembunuh anak" itu masih hidup, mereka akan dengan gigih melanjutkan pengejaran dan pelenyapan Netanyahu," kata Tasnim.
IRGC menegaskan, perburuan terhadap Netanyahu itu bertujuan untuk membalas kematian warga Iran yang tewas akibat serangan AS-Israel sejak 28 Februari 2026.
Untuk perburuan ini, IRGC melakukan operasi gabungan di wilayah pendudukan dan di tiga pangkalan Amerika di wilayah tersebut, melalui operasi True Promise 4 gelombang ke-52 dengan target menghancurkan poisisi-posisi yang telah ditetapkan dengan kekuatan dan intensitas yang ditingkatkan.
Serangan itu membuat sirene ambulans terus terdengar di Israel, sementara lembaga-lembaga Zionis mengakui terjadinya meningkatnya jumlah korban jiwa dan korban luka di kalangan warga Israel yang menunjukkan bahwa operasi itu efektif dalam menyasar sektor-sektor industri di Tel Aviv.
Pernyataan tersebut akhirnya melaporkan bahwa sektor-sektor industri dan pusat-pusat tempat pasukan Amerika berkumpul di pangkalan udara al-Harir di Erbil, serta di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Kamp Arifjan, juga dihancurkan oleh rudal dan drone Iran yang kuat.
AS dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara yang luas di lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone. (man)


