Jakarta, Harian Umum- DPW PKB DKI Jakarta pumya harapan besar dengan bergabungnya mantan Walikota Jakarta Barat Anas Effendi ke partainya, dan ikut bertarung di Pileg 2019 untuk menjadi anggota DPRD DKI periode 2019-2024.
Harapan dimaksud di antaranya mendongkrak perolehan suara PKB.
"Soal mengapa Beliau pilih PKB, Beliau lah yang tahu, tapi buat kami, karena PKB merupakan partai terbuka, siapa pun kita terima. Apalagi karena Beliau kan punya prestasi dan mantan walikota," ujar Sekretaris DPW PKB DKI Jakarta Muallif ZA kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).
Ia memastikan bahwa Anas berpeluang besar lolos ke Kebon Sirih karena menjadi Caleg PKB dengan nomor urut satu untuk daerah pemilihan (Dapil) 10 DKI Jakarta yang meliputi Kecamatan Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Tamansari dan Kembangan.
Selain nama Anas Effendi, Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta ini juga menyebut bahwa dalam daftar Caleg yang telah didaftarkan ke KPU DKI pada 17 Juli lalu yang terdiri dari 106 nama, terdapat beberapa nama yang pindah dari partai lamanya, seperti Jamaluddin Alamanda yang merupakan anggota Fraksi Hanura DPRD DKI periode 2014-2019; Sofia yang merupakan anggota Fraksi Demokrat DPRD DKI periode 2004-2009 dan Jauzah yang semula merupakan kader Golkar.
Muallif mengatakan, pada Pileg 2019 partainya menargetkan memperoleh 12 kursi di DPRD DKI, naik 100% dari perolehan kursi pada Pileg 2014 yang sebanyak enam kursi.
Ketika ditanya apakah PKB yakin dapat memenuhi target itu mengingat saat ini di kalangan umat Islam telah ada stigma bahwa partai ini termasuk salah satu partai pendukung penista agama? Muallif mengatakan sangat optimis.
"Kalau soal (stigma) itu, nanti kita lihat (hasil Pileg) di 2019," katanya.
Ia menjelaskan, PKB memiliki kantong suara di seluruh pelosok Jakarta, karena jika ada masjid yang shalat subuhnya memakai qunut, maka di situlah kantong suara PKB (penganut ahlussunah wal jamaah).
"Di Jakarta, hampir semua masjidnya shalat subuh pakai qunut," katanya.
Meski demikian diakui, penerimaan figur seperti Anas Efenddi diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara PKB saat Pileg 2019, dan ketika menjadi anggota legislatif, Anas diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi karena PKB merupakan partai yang selalu memperjuangkan tradisi ibadah dan kultur.
Seperti diketahui, Anas merupakan salah satu dari puluhan pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang beberapa waktu lalu dicopot dan dimutasi Gubernur Anies Baswedan. Dia dicopot dari jabatan walikota Jakarta Barat.
Kebijakan Anies ini menjadi heboh karena dari puluhan pejabat itu, 13 di antaranya mengadu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena merasa dicopot tidak sesuai prosedur yang benar.
Belum diketahui apakah Anas termasuk di antara ke-13 pejabat yang melapor itu, karena KASN tidak mau membeberkan nama mereka. (rhm)







